Wabup Edy Manaf Apresiasi Penyepakatan Unit Piloting Program Madani

Wabup Edy Manaf Apresiasi Penyepakatan Unit Piloting Program Madani

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Wakil Bupati (Wabup) Bulukumba, H. A. Edy Manaf, mengapresiasi Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Bulukumba sebagai mitra utama progam Madani, yang didukung oleh USAID, atas penyepakatan unit piloting terkait Peningkatan Partisipasi Forum Multisektor dalam Peningkatan Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir.

Apresiasi tersebut disampaikan Edy Manaf, saat membawakan sambutan dalam Focus Group Discussion (FGD). Penyepakatan Unit Piloting sendiri dilakukan bersama Pemda dan pihak-pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup mengajak agar mendorong program piloting proyek pada tiga Desa dan satu Puskesmas tersebut. Selain itu, dengan pembentukan program tersebut, dapat dijadikan contoh dalam advokasi layanan persalinan yang aman dan lancar, mulai dari persiapan, pelaksanaan, maupun pasca persalinan guna menekan angka kematian ibu dan bayi.

“kita berharap program ini dapat mendorong terciptanya sistem pelayanan yang menjadi pedoman bagi para penyelenggara pelayanan, serta menjadi kontrol bagi publik, dalam mengadvokasi dan mengawasi pelaksanaan pelayanan persalinan, di Kabupaten Bulukumba,” ucap Wabup.

Baca Juga:  Usai Pilkada, DPRD Bulukumba Lanjutkan Pembahasan RAPBD 2021

Menyoal persalinan aman bagi ibu melahirkan, maka tentu berbicara tentang kemanusiaan dan keberlanjutan kehidupannya, serta mempersiapkan generasi pelanjut harapan masa depan. Olehnya itu, sambung Edy Manaf, persalinan aman tentunya sangat penting dan menjadi salah satu indikator dalam pencapaian peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu Angka Harapan Hidup (AHH), saat lahir.

“AHH ini diharapkan menjadi salah satu kunci dalam peningkatan IPM Kabupaten Bulukumba yang masih 68.99 persen pada tahun 2020. Angka ini kita harapkan dapat meningkat menjadi minimal 72,17 persen pada akhir periode pemerintahan ini,” papar Edy Manaf.

Andi Edy Manaf juga menegaskan, dengan kegiatan FGD serta penyepakatan unit piloting dengan Pemda tersebut, peningkatan partisipasi forum multisektor dalam peningkatan sistem rujukan kegawatdaruratan ibu hamil dan bayi baru lahir, merupakan momentum yang baik untuk meneguhkan niat dan komitmen kita bersama untuk mewujudkan pelayanan persalinan yang aman di Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga:  Dinilai Terlalu Banyak, Fraksi PAN Minta Pemkab Bulukumba Rampingkan OPD

Sementara itu, Satnawati selaku Ketua Umum PDNA Bulukumba menyampaikan, kegiatan ini merupakan pelaksanaan program Madani di tahun ke dua. Di mana, saat ini mereka membentuk desa piloting di Taccorong, Salassae, Benteng Palioi beserta Puskesmas Bontonyeleng.

“Sebelum pembentukan unit piloting, kita melakukan FGD penyepakatan unit politing dengan Pemda dan Multipihak,” jelas Satnawati.

Ia juga berharap semoga dengan adanya kegiatan ini akan terbangun kolaborasi bersama untuk membicarakan isu KIBBL. Selain itu, dengan aksi bersama maka layanan kesehatan ibu dan anak bisa meningkat.

Kegiatan tersebut bertempat di Aula Rumah Makan Bersama, Rabu (8/9/2021). Menghadirkan sejumlah Pejabat dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pimpinan dan Pengurus BAZNAS Bulukumba, jajaran Bank Syariah Indonesia Kabupaten Bulukumba, perwakilan Desa Benteng Palioi, Desa Taccorong, Desa Salassae, jajaran Puskesmas Bontonyeleng, serta pengurus Learning Forum FORMAP-KIA.(*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template