Home / NEWS

Kamis, 9 September 2021 - 14:18 WIB

Unit PPA Satuan Reserse Polres Bulukumba Tindaklanjuti Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Bawah Umur

Unit PPA Satuan Reserse Polres Bulukumba Tindaklanjuti Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Bawah Umur. Foto: Dokumentasi Istimewa

Unit PPA Satuan Reserse Polres Bulukumba Tindaklanjuti Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Bawah Umur. Foto: Dokumentasi Istimewa

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Polres Bulukumba, melalui unit PPA Satuan Reskrim, menindaklanjuti terkait dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur, Kamis (09/09/2021).

Aipda Ajis Safri selaku Kanit PPA Sat Reskrim Polres Bulukumba, menyampaikan bahwa Laporan Polisi telah diterimanya hari ini. Rencananya, Ia akan segera menindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi. Selanjutnya, akan dilakukan pula pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

Perkara penganiayaan tersebut, berdasarkan dari laporan polisi, terjadi pada tanggal 26 Agustus 2021, sekitar pukul 16.00 WITA.

Baca Juga:  Seorang Polwan di Bulukumba Alami KDRT, Kini Pelaku Diamankan

Penganiaayaan tersebut dilakukan oleh pelajar tingkat SD kepada pelajar SMP. Kejadian berawal ketika terduga Pelaku bersama empat orang kawannya sedang bermain di Sekolahnya, SD 25 Lonrong, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. Kemudian, seorang dari terduga Pelaku memanggil korban dan akhirnya melakukan penganiayaan secara bersama-sama dalam ruang kelas.

Alasan penganiayaan dipicu adanya ejekan dari Korban bahwa sekolah para terduga pelaku jelek, sehingga pengeroyokan pun terjadi.

Adapun identitas Korban, yakni JM yang masih berusia 14 tahun, merupakan seorang perempuan yang masih terdaftar sebagai pelajar SMP. Ia beralamat di Desa Lonrong, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. Sementara terduga pelaku adalah KH (11), berteman dengan empat orang lainnya merupakan pelajar SD.

Baca Juga:  Ilham Azikin Serahkan Bantuan Benih Bawang Berkualitas di Ulu Ere

Aipda Ajis Safri mennginformasikan bahwa pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa rekaman video. Mereka juga telah melakukan komunikasi terhadap saksi-saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sebelumnya, aksi kekerasan terhadap seorang siswi perempuan tersebut beredar luas di media sosial.(*)

Share :

Baca Juga

NEWS

Ancaman Gagal Panen Akibat Kelangkaan Pupuk, Petani di Bulukumba Geruduk Dinas TPHP

NEWS

Upaya Kembangkan Kompetensi Guru, Ini yang Dilakukan PGRI Bantaeng

NEWS

Berdayakan Perempuan di Bantaeng, Ketua TP PKK Buka Pelatihan Keterampilan

NEWS

Sholat Dhuha, Ini Waktu Terbaik Mengerjakannya

NEWS

Melintas di Bantaeng, Pengendara Dapat Swab Antigen Gratis

NEWS

Jelang HUT RI Ke-76, Bupati Bulukumba Serahkan Bingkisan Untuk Veteran

NEWS

Warga Tolak Wacana Bupati Sinjai Soal Rumah Isolasi Covid-19

NEWS

Bhabinkamtibmas Desa Lonrong Khitan 2 Anak Warga Kurang Mampu