Home / NEWS

Kamis, 25 Maret 2021 - 14:52 WIB

Undang Salim Group Investasi, Pemkab Diingatkan Soal Sengketa Lahan Lonsum

ILUSTRASI

ILUSTRASI

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Rencana Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf untuk mendatangkan perusahaan konglomerat, Salim Group untuk berinvestasi di Kabupaten Bulukumba tuai banyak tanggapan dari berbagai pihak.

Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Bulukumba menentang keras rencana Bupati berlatar belakang pengusaha itu. Pasalnya, kehadiran perkebunan kelapa sawit hanya akan memberikan kerugian besar terhadap petani.

Ketua AGRA Bulukumba, Rudi Tahas, menilai jika perkebunan sawit akan berdampak pada tanaman pertanian lainnya yang ada disekitar perkebunan sawit. Sehingga tidak tepat jika perkebunan tersebut dibawa ke Bulukumba.

“Sawit itu memiliki sifat rakus air yang mengakibatkan lahan produktif yang subur bisa kering karena sawit. Kalau seperti itu, akan merugikan petani,” terangnya.

Baca Juga:  Es Serut Melon, Minuman Segar Ala Kedai Pas Untuk Menu Buka Puasa

Rudi mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba untuk menyelesaikan sengketa tanah adat suku Kajang yang dirampas PT London Sumatera (Lonsum) Tbk. PT Lonsum juga merupakan perusahaan dibawa kendali Salim Group.

“Kurang lebih 2.000 hektar lahan saat ini masih bersengketa, harusnya ini dulu yang diselesaikan pemerintah bukan mendatangkan investor baru. 100 tahun Lonsum di Bulukumba tidak memberikan kesejahteraan,” ungkapnya.

Menurut Rudi, sengketa yang terjadi harus menjadi prioritas perhatian pemerintah bukan investasi. Apalagi menurut Rudi, Hak Guna Usaha (HGU) PT Lonsum akan berakhir di tahun 2023 sehingga perlu dilakukan evaluasi dampak atas kehadiran Lonsum selama ini.

Baca Juga:  Bapenda Bersama Komisi B DPRD Bulukumba Uji Kepatuhan Pajak

“Sengketa tanah di PT Lonsum harus menjadi prioritas pemerintah untuk diselesaikan. Harus didudukan bersama untuk membahas apakah HGU Lonsum akan diperpanjang atau dihentikan dengan melihat aspek-aspek yang lain,” ujarnya.

Selain perlunya riset dan penelitian yang panjang untuk pembukaan lahan sawit. Rudi khawatir jika perkebunan sawit tetap di buka pemerintah, potensi terjadinya perampasan lahan secara legal bisa terjadi.

“Kami berharap masalah para petani tidak ditambah lagi, Salim Group di Bulukumba melalui PT Lonsum hanya menimbulkan masalah mulai dari perampasan lahan, PHK secara sepihak hingga penyelesaian bonus karyawan, kami sungguh berharap rencana ini dibatalkan,” pungkasnya.

Reporter: SAU

Share :

Baca Juga

NEWS

Beri Semangat, Asri Jaya Kunjungi Korban Kebakaran Bontomasila

NEWS

Kelebihan Tenaga Honorer, RSUD Bulukumba Akan Lakukan Evaluasi Pemangkasan

HEADLINE

Dua “Nyawa” Melayang Saat Polisi Gerebek Lokasi Judi Sabung Ayam di Bulukumba

DAERAH

Kadis Pariwisata Bulukumba: Objek Wisata Titik Nol Tetap Buka

DAERAH

Gubernur NA: Sulsel Paling Tinggi Tingkat Kesembuhan Dan Irit Gunakan Anggaran Covid-19

NEWS

Hendak Terobos Gerbang Gereja, Pelaku Bom Bunuh Diri Diduga Berjumlah 2 Orang

NEWS

BPD Bonto Baji Jadi Desa Pertama Rampungkan Laporan Kinerja 2020 se-Kecamatan Kajang

DAERAH

Catat! Ini Tahapan Pilkada Bulukumba 2020, Pendaftaran Paslon Dibuka 28 Agustus