Home / KABAR PARLEMEN

Jumat, 23 Oktober 2020 - 15:19 WIB

UKL dan UPL Proyek Jembatan Bialo Disebut Tidak Siap

BULUKUMBA, KUMANIKA.com–Proyek pembangunan jembatan dimuara sungai Bialo di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba memiliki sejumlah masalah.

Padahal, proyek tersebut digadang-gadang akan menjadi ikon peninggalan periode Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali-Tomy Satria Yulianto.

Salah satu masalahnya adalah UKL (Upaya pengelolaan Lingkungan Hidup) dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup).

UKL dan UPL sendiri merupakan upaya yang dilakukan dalam hal pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup oleh penanggung jawab kegiatan.

Anggota DPRD Bulukumba, Andi Rantinah Amin, mengakui beberapa kegiatan tahun 2020 ini yang tidak dilaksanakan antara lain pembangunan jembatan sungai Bialo dan pembangunan tanggul dikawasan tersebut.

Baca Juga:  Pengusaha Tambak Udang Bantah Tudingan DPRD Soal Pencemaran Limbah

Menurutnya, salah satu faktor penyebab tidak berjalannya kegiatan tersebut yakni dokumen perencanaan yang tidak siap yaitu UKL dan UPL.

“Memang selain karena realokasi anggaran, juga karena UKL dan UPL yang tidak siap dokumennya,” katanya, Jumat (23/10/2020).

Dalam pembahasan anggaran tahun 2020, Fraksi Bintang Keadilan menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang ada dalam kawasan Waterfornt City agar mempersiapkan perencanaan dengan menyiapkan anggaran dalam APBD.

Waterfornt City sendiri merupakan konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau untuk wisata air.

Baca Juga:  Kaji UU Omnibus Law, DPRD Bulukumba Akan Tempuh Yudisial Review

Sebelumnya, Anggota Komisi C, Pasakai mengatakan jika anggaran yang seharusnya digelontorkan untuk pembangunan jembatan ditahun ini sebesar Rp30 Miliar tidak mampu direalisasikan.

“Tidak bisa selesai. Yang terakhir ini kan ada anggarannya, tapi karena covid jadi anggarannya dialihkan,” jelas Pasakai, Senin, 31 Agustus 2020 lalu.

Meskipun dianggarkan, lanjut Pasakai, anggaran yang dialokasikan Pemkab sebesar Rp30 miliar tersebut belum termasuk pembangunan jalan dan tanggul. Sehingga akan sulit dicapai.

“Kita semua mau kalau itu jadi, jalan dan jembatannya, tanggulnya juga jadi. Tapi itu tidak bisa diselesaikan ditahun ini ataupun sampai 2021,” jelas Legislator PKS ini.

Share :

Baca Juga

KABAR PARLEMEN

Jembatan Bialo Bulukumba Sulit Jadi Ikon Peninggalan Sukri-Tomy

KABAR PARLEMEN

Hari Batik Nasional, Ketua DPRD Bulukumba Ajak Masyarakat Jaga Budaya

KABAR PARLEMEN

Komisi A DPRD Bulukumba Minta Sisa Anggaran OPD Dikembalikan ke Kas Daerah

KABAR PARLEMEN

DPRD Kota Tarakan Belajar Perda Zakat di Bulukumba

KABAR PARLEMEN

Wakil Ketua DPRD Bulukumba Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral

KABAR PARLEMEN

Fraksi PPP Sorot Lokasi Pembangunan Jembatan Bialo

KABAR PARLEMEN

Tak Ingin Ada Diskriminasi, DPRD Bulukumba Sosialisasi Perda Pelayanan Disabilitas

KABAR PARLEMEN

Masuki Akhir Jabatan, DPRD Bulukumba Apresiasi Tinggi Pengabdian Sukri-Tomy
error: Content is protected !!