Home / PARIWISATA

Sabtu, 23 Januari 2021 - 20:05 WIB

Titik Nol, Destinasi Baru Unggulan Kabupaten Bulukumba

IST

IST

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Ketika menyebut Wisata Bulukumba, setiap orang akan bercerita tentang keindahan pasir putih Pantai Bira dan bawah lautnya.

Pantai Tanjung Bira salah satu destinasi wisata bahari yang terletak di Desa Bira di kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.

Desa yang tertelatk di ujung selatan Sulawesi selatan ini memiliki surga bawah laut tidak kalah menarik dengan sejumlah wisata bahari di Indonesia.

Selain keindahan bawah laut dan hamparan pasir putih yang indah. Kabupaten Bulukumba kembali mengembangkan kawasan wisata baru yang tak kalah indahnya dari sederet destinasi yang ada.

Destinasi wisata titik nol yang saat ini tengah menjadi fokus pengembangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Dinas Pariwisata menjadi salah satu destinasi unggulan.

Wisata titik nol berjarak dua kilometer dari Pantai Tanjung Bira. Untuk menuju titik nol Sulawesi, para pengunjung harus masuk melalui kawasan pantai tanjung bira dengan menyusuri hutan alami dan semak belukar yang tumbuh di atas tanah berbatu.

Baca Juga:  ADWI 2021, Kadis Pariwisata Ajak Desa Untuk Ikut Berkompetisi

Tak hanya lokasinya saja yang unik dan menarik, air lautnya yang jernih serta tebing bebatuannya yang tersusun eksotis menjadi daya tarik tersendiri.

Pemandangan tebing dengan tangga-tangga menuju Broadwalk, menjadi pemandangan indah pada wisata ini. Belum lagi, dengan adanya jembatan kaca bisa membuat para pengunjung serasa melayang di atas air.

Di kawasan wisata titik nol ini, terdapat prasasti atau tugu yang merupakan penanda dari titik nol kilometer sulawesi selatan, berada pada ketinggian 50 meter dari atas permukaan laut (Mdpl).

Penanda dari 0 kilo meter itu berbentuk bundar dan terbuat dari lempengan baja yang tertanam di tanah, ukurannya berdiameter sekitar 10 cm berwarna kecoklatan.

Disamping penanda ini telah dibangun tugu berbentuk perahu pinisi dengan logo Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Mengingat destinasi wisata titik nol ini termasuk dalam kategori baru dan masih dalam proses pengembangan

Destinasi wisata ini, memiliki dua view yang berbeda serta memanjakan mata. Objek wisata terbuka dengan suguhan pemandangan matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset) dapat kita nikmati di sini. Untuk menikmatinya, para pengunjung disarankan datang disaat pagi dan sore hari.

Baca Juga:  Lindungi Pengunjung Wisata, Dispar Bulukumba Kerjasama PT Jasaraharja

Saat akhir pekan (weekend), wisata titik nol ini sangat recomanded. Meskipun, beberapa bulan sempat ditutup karena sedang dalam masa pembenahan dan proses pembersihan.

Namun untuk saat ini, wisata titik nol ini sudah mulai dibuka kembali. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Ali Saleng.

“Sudah mulai dibuka kembali, setelah pembersihan”. Ungkap Ali Saleng saat dikonfirmasi Kumanika.com

Meskipun, untuk saat ini pengunjung wisata jembatan kaca dibatasi dengan cara bergantian. Akan tetapi, para pengunjung bisa juga jelajah di sekitar. Sebab, ada beberapa sarana yang telah disediakan.

“Dibatasi sesuai kapasitas jembatan kaca dan bergantian tapi pengunjung bisa saja jelajah disekitar sarana yang sudah tersedia disekitar jembatan kaca,” tutupnya.

Reporter: NDA

Share :

Baca Juga

PARIWISATA

Dispar Bulukumba Ekspose Rencana Kerja Pariwisata

PARIWISATA

Study Banding ke Desa Wisata Kabba, Kepala Desa Tamatto Target Ekowisata

PARIWISATA

Dorong Pemulihan Pariwisata, ini Calender of Event Bulukumba 2021

PARIWISATA

Kilas Balik Pandemi Covid-19 Terhadap Pariwisata Bulukumba

PARIWISATA

Dispar Bulukumba Hadiri Rakerda I MASATA Sulawesi Selatan

PARIWISATA

Pemkab Jeneponto Gelar Pelatihan Wisata di Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba

PARIWISATA

Promosi Pariwisata Bulukumba Ditengah Pandemi Dilakukan dengan Sistem Digital

PARIWISATA

Bersantai Sambari Menikmati Alam di Cafe Sawah Bulukumba