Home / DAERAH / NEWS

Rabu, 23 September 2020 - 20:30 WIB

Tiga Petugas Posyandu di Bulukumba Mengaku Diberhentikan Tanpa Sebab

Ilustrasi Posyandu

Ilustrasi Posyandu

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Tiga orang kader Posyandu Dusun Batukaropa, Desa Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, diberhentikan tanpa pemberitahuan, Rabu (23/9/2020).

Dari cerita Nurfaidah, dirinya serta dua orang rekannya baru mengetahui jika diberhentikan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) sejak Selasa (23/9/2020) kemarin melalui masyarakat.

“Katanya itu tidak bisa lagi merangkap jabatan, karena saya kader posyandu dan motivator KIA. Meskipun dua jabatan tapi saya aktif,” ucap Nurfaidah.

Walaupun rangkap jabatan, dirinya tidak pernah mempermasalahkannya. Ia juga aktif dua posisi itu meski ada kesibukan lain.

“Karena kegiatannya tidak semua bertepatan. Semua pekerjaan itu saya hadir, kami diberhentikan tidak ditahu apa masalahnya tidak ada juga pemberitahuan,” jelasnya.

Baca Juga:  Usai Pelesiran di Zona Merah, Kadis Kominfo Bantaeng Positif Corona

Nurfaidah juga membandingkan dengan kader posyandu lainnya, setiap kegiatan tak kunjung hadir meski satu kali dalam sebulan.

“Dari pada satu jabatan tapi tidak pernah hadir meskipun satu kali satu bulan, kan makan gaji buta juga namanya itu,” pungkas dia.

Menurut dia, Pemerintah Desa (Pemdes) Batukaropa telah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang). Namun demikian Nurfaidah tak menerima undangan musrembang.

“Barusannya ini musrembang saya tidak di undang, biasanya ada undangan untuk mengikuti musrembang tersebut,” terangnya.

Kendati demikian, dirinya merasa kecewa atas sikap pemerintah desa yang menggantikan tiga kader posyandu Dusun Batukaropa, diantaranya Hadija (43), dan Humrah (49).

Sementara, Kepala Desa Batukaropa, Ambo Sakka, mengatakan dirinya tidak mengetahui itu. Semua kader posyandu lengkap.

Baca Juga:  Ingatkan Soal Konsekuensi Hukum, Bupati Kumpulkan Pimpinan OPD

“Siapa yang berhentikan, tidak saya tahu itu. Nah kemarin ada semua dan siapa kadernya yang diberhentikan,” kata Ambo Sakka.

Meski demikian, Ambo Sakka berdalih jika setiap posyandu memiliki ketua, wakil ketua, sekretaris. Bahkan setiap posyandu memiliki penilian sendiri.

“Siapa tahu saat gajian baru datang, karena itu salah satu penilain tersendiri dari ketua, rata-rata kader itu terima gaji baru datang. Nah itu ketuanya tidak mau kalau begitu yang penting mau kerja,” katanya.

Ambo Sakka juga meminta setiap kader posyandu yang rajin tidak dikeluarkan. “Saya sudah minta setiap kader yang aktif jangan dikeluarkan,” demikian dia.

REPORTER: Alfareza

Share :

Baca Juga

DAERAH

Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan, Dikbud Gelar Gebyar dan Sarasehan GP3M 

DAERAH

Sekda Bantaeng Lantik 8 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas

DAERAH

Kabar Baik Lagi, Dua Pasien Positif 005 dan 006 Asal Bulukumba Dinyatakan Sembuh

NEWS

Masyarakat Dinilai Berperan Penting Tolak Politik Uang

DAERAH

Bertambah 7, Pasien Sembuh Covid-19 di Bulukumba Meningkat Jadi 18 Orang

DAERAH

Bantu Korban Banjir, Relawan Pemuda: Bupati Bantaeng Tidak Sendiri

DAERAH

Disorot soal Realisasi Pembangunan, Bappeda Sebut Dipengaruhi Faktor Eksternal

DAERAH

Disebut Abaikan Rekomendasi KASN, Ini Jawaban Bupati Bulukumba Dalam Pandangan Fraksi PAN
error: Content is protected !!