Tangani ODGJ, Pemda Bulukumba Bentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat

Tangani ODGJ, Pemda Bulukumba Bentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Tingginya angka Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), membuat Pemerintah Kabupaten Bulukumba tergerak untuk melakukan penangangan secara serius.

Data menunjukkan, jumlah pasien ODGJ Berat dalam 3 tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Jika pada tahun 2019 sebanyak 331 kasus, meningkat hampir 100 persen pada tahun 2020 menjadi 626 kasus, dan pada triwulan ke tiga tahun 2021 kembali meningkat menjadi 808 kasus.

Arham, dari Dinas Kesehatan Bulukumba, menyebutkan data tersebut didapatkan berdasarkan keaktifan fasilitas pelayanan kesehatan melakukan deteksi dini, bekerja sama dengan lintas sektor dalam hal penanganan secara dini pasien dengan gangguan jiwa.

“Adapun untuk kasus pemasungan ODGJ terjadi penurunan dari 34 kasus, (pada) tahun 2020, menjadi 26 kasus tahun ini,” kata Arham.

Baca Juga:  Belajar Tatap Muka telah Diberlakukan, Dandim 1411 dan Kapolres Bulukumba Lakukan Pemantauan

Ia melanjutkan, olehnya itu Pemerintah Kabupaten Bulukumba, melalui Dinas Kesehatan, menginisiasi pembentukan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) secara terpadu, yang melibatkan lintas sektor.

“Tim ini akan melakukan pemetaan masalah kesehatan jiwa masyarakat, dan selanjutnya menyusun rencana strategis dalam penanganannya,” kata Arham pada pertemuan lintas sektor, dalam rangka pembentukan TPKJM, di Aula Bappeda, Selasa (16/11/2021).

Sementara itu Wakil Bupati Bulukumba, Edy Manaf, menyampaikan keprihatinannya terkait jumlah pasien ODGJ yang ditemukan. Menurutnya, penting dilakukan langkah pencegahan dini dan penanganan yang lebih serius untuk mencegah terjadinya berbagai dampak sosial lainnya.

Baca Juga:  Bupati Gelar Pelepasan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Bulukumba

“Tim pelaksana yang terbentuk nantinya harus lebih responsif dan lebih tanggap, baik dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitasi secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan pelibatan masyarakat,” kata Edy Manaf.

Ia juga berharap, pembentukan TPKJM ini mampu mendorong terciptanya sistem pelayanan bagi ODGJ tingkat Kabupaten Bulukumba. Sehingga, jelas SOP penanganannya dan tidak ada lagi saling lempar tanggung jawab.

Kemudian yang lebih penting, menurut Edy Manaf, semangat kepedulian harus ditumbuhkan di tengah masyarakat, untuk membantu keluarga yang memiliki pasien ODGJ agar bisa sembuh dan normal kembali.

“Dalam menangani ODGJ, bukan hanya pendekatan kesehatan, tapi pendekatan kerohanian juga penting dilakukan,” sahutnya.

Penulis: IKM

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template