Home / NEWS

Selasa, 17 November 2020 - 16:05 WIB

Tak Libatkan Publik, Kopel Nilai DPRD dan Pemkab Sinjai ‘Konspirasi’

Direktur Kopel Sinjai, Akmal

Direktur Kopel Sinjai, Akmal

SINJAI, KUMANIKA.com– Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) Sinjai menuding Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sinjai bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai bekerja sama menggembosi masyarakat dengan dalih pembangunan Infrastruktur dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kabupaten Sinjai.

Pemkab Sinjai diketahui meminjam uang negara sebesar Rp185 miliar untuk melakukan perbaikan infrastruktur jalan pada Sabtu, 5 Oktober 2019 lalu.

Selanjutnya pada Senin 26 Oktober 2020, daerah berjuluk Butta Panrita Kitta yang dinahkodai Andi Seto Gadhista Asapa ini menandatangi peminjaman Rp100 miliar bersama Kementerian Keuangan RI untuk PEN di Sinjai.

Baca Juga:  Dandim Bulukumba Serahkan Bantuan APD dari Mabes TNI

Hal itulah yang memicu reaksi Direktur Kopel Sinjai, Akmal. Pasalnya, dalam proses awal mula peminjaman, Pemerintah dan DPRD Sinjai dinilai tidak tidak pernah transparan bahkan dinilai tertutup dan tidak melibatkan Publik.

“Dari awal melakukan pinjaman, Pemkab tidak transparan dan tidak melibatkan publik, disini (Kopel) menilai ada Kerja sama yang apik antara anggota DPRD yang terhormat dan Pemkab Sinjai,” katanya, Selasa (17/11/2020).

Sejak awal proses peminjaman pertama kata dia, yakni Rp185 miliar dan selanjutnya Rp100 miliar, publik seharusnya di libatkan.

“Kenapa masyarakat mesti dilibatkan, sebab masyarakat Sinjai yang akan menanggung beban dengan membayar pajak,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkab Sinjai Terus Wujudkan Komitmen Kesejahteraan Nelayan

Olehnya itu, Kopel Sinjai mendesak DPRD untuk menghearing Bupati dan mengevaluasi skema pinjaman tersebut.

“Jika masih mempunyai hati nurani selaku penyambung lidah masyarakat, DPRD seharusnya menghearing Bupati Sinjai dan mengevaluasi skema pinjaman tersebut. Dan juga meminta kepada Kejaksaan untuk melakukan investigasi atas laporan-laporan masyarakat terkait kualitas pengerjaan infrastruktur yang rendah yang kini menuai banyak sorotan dari masyarakat,” jelasnya.

Sementara, 2 anggota DPRD Sinjai, Fandi Matoa dan Andi Mappahakkang yang coba dimintai keterangan melalui selular enggan memberikan tanggapan.

Share :

Baca Juga

NEWS

Bantu Korban Banjir, Relawan Pemuda: Bupati Bantaeng Tidak Sendiri

NEWS

Peduli kemanusiaan, Sekelompok Pemuda di Bulukumba Galang Dana di Pasar dan Buka Posko Bantuan

NEWS

Bupati Bantaeng Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

NEWS

Ini Penampakan Wajah Terduga Bom Bunuh Diri di Makassar

NEWS

Pihak Kepolisian Evakuasi Bayi yang Ditemukan Warga di Kebun
Bantaeng Mulai Canangkan Vaksinasi Ibu Hamil, Target Hingga Seribu Orang

NEWS

Bantaeng Mulai Canangkan Vaksinasi Ibu Hamil, Target Hingga Seribu Orang

NEWS

Banjir di Kota Bulukumba, Sekitar Lapas Taccorong Terparah

NEWS

Kejanggalan Izin Pembangunan SPBU, DPRD Minta Pemkab Bulukumba Tak Khianati Rakyat