Home / NEWS

Rabu, 7 April 2021 - 20:36 WIB

Soal Insentif Tenaga Kesehatan, Plt Direktur RSUD: Itu Tanggungjawab Dinkes

ILUSTRASI

ILUSTRASI

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Memasuki tahun 2021 insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.A Sultan Dg Radja (HASDR), hingga saat ini tak kunjung dibayarkan.

Keterlambatan pembayaran hak para nakes tersebut terungkap pada saat Tim Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 menyambangi RSDU HASDR Bulukumba, Selasa, (6/4/2021) lalu.

Pelaksana tigas (Plt) Direktur RSUD HASDR Bulukumba, dr Rizal Ridwan Dappi, menegaskan jika pencairan insentif nakes yang terlibat dalam pasien covid-19 merupakan kewenangan Dinas Kesehatan.

“Insentif nakes itu sumber dananya dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dikelolah Dinas Kesehatan. Kami hanya membuat klaim untuk insentif tersebut,” katanya.

dr Risal menyampaikan jika pembayaran insentif nakes baru terbayarkan untuk bulan Mei tahun 2020. Sedangkan penyebab atas keterlambatan pembayaran insentif ini diakuinya belum diketahui.

Baca Juga:  Valentino Rossi Kembali Dinyatakan Positif COVID-19

“Soal penyebab keterlambatan itu bisa ditanyakan langsung ke pengelolanya di Dinkes,” ujarnya.

Sebelumnya, anggota Pansus Covid-19 DPRD Bulukumba yang terdiri Andi Soraya Widyasari, Abd Hakim dan Juandy Tandean. Mengunjungi RSUD HASDR untuk melakukan pertemuan dengan para nakes yang difasilitasi Plt Direktur RSUD HASDR, dr Rizal.

Wakil Ketua Pansus DPRD Bulukumba, Andi Soraya Widyasari, menyampaikan bahwa kehadiran tim Pansus merupakan langkah untuk sharing, dan bukan ajang untuk saling mencari kesalahan.

“Kita hadir disini selain untuk bersilaturahmi juga ini merupakan ajang untuk sharing”, ucap ASW sapaan karib Andi Soraya.

Dalam kesempatan itu, ASW juga berharap dalam pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi yang terbaik dan haknya dapat tertunaikan.

“Demi hak teman-teman nakes, saya siap perjuangkan sampai ke Kementrian kesehatan untuk mendampingi dinkes Bulukumba”, tegas ASW.

Baca Juga:  Pemerintah Umumkan Lagi 3 Kasus Baru, Positif Covid-19 di Bulukumba Tembus 10 Orang

Sementara Politisi Partai Gerindra, Abd Hakim, yang juga menjadi anggota Pansus Covid-19 DPRD Bulukumba, sangat menyesalkan keterlambatan insentif nakes yang telah berjuang merawat pasien di Rumah Sakit Sultan Dg Raja.

“Saat ini sudah masuk bulan April 2021 sementara hak-hak nakes dan tenaga medis baru menerima insentif sampai bulan Maret 2020,” ucapnya.

Hakim juga mengatakan jika harusnya dari awal atau menjelang akhir tahun 2020 lalu semua insentif tenaga kesehatan sudah terbayarkan. Kalaupun ada kendala segera di koordinasikan dengan baik kepada pihak pihak terkait.

“Harusnya harus segera di bayarkan ini insentifnya tenaga kesehatan, jangan lagi saling lempar tanggung jawab dengan alasan anggaran yang digunakan itu sebagian dikelola oleh Dinas Kesehatan,” tegasnya.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

NEWS

[VIDEO] Banjir Bandang Terjang Bantaeng, Warga Minta Pertolongan

NEWS

Rahmat Gobel Ingin Tuntaskan Pembangunan Pelabuhan di Kabupaten Bantaeng

NEWS

Bupati Bantaeng Didaulat Jadi Narasumber Seminar Online IPDN Sulsel

NEWS

Kasus Kematian Ibu dan Anak, Keluarga Akan Polisikan RSUD Bulukumba

NEWS

Tak Pakai Masker Saat Beraktivitas, Siap-siap Terjaring Operasi Yustisi

NEWS

Tak Ada Pagu Anggaran Jadi Penguatan Indikasi Korupsi pada Kasus BOK Dinkes Bulukumba

NEWS

Kisah Inspirasi Haerun Dapat Apresiasi Dari Bupati Bantaeng

NEWS

Ilham Azikin Ajak Pemuda Bantaeng Berfikir Kreatif