Soal Gaji Petugas, Koordinator PSC dan Dinkes Bukukumba Saling Lempar Tanggung Jawab

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Polemik gaji puluhan petugas Public Safety Center (PSC) kabupaten Bulukumba yang belum dibayarkan sampai saat ini belum menemukan titik terang. Akibatnya, mereka melakukan mogok kerja hingga honor mereka dibayarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) selaku penanggung jawab.

Gaji dan biaya operasional seperti uang makan selama dua bulan dan penguburan jenazah Covid-19 yang telah dilakukan tiga kali oleh petugas PSC belum dibayarkan Dinkes.

Saat dikonfirmasi kumanika.com, Koordinator PSC, Ihwan membenarkan alasan yang membuat 54 petugasnya itu lakukan aksi mogok kerja beberapa waktu lalu.

Namun untuk biaya makan, petugasnya sudah menerima biaya tersebut. Hal itu sesuai RKA Covid-19 yang hanya dibiayai 60 hari dari April ke Mei 2020.

Baca Juga:  Kantor Bupati Bulukumba Terlihat Kotor, Andi Utta: Bagaimana Aparat Bisa Nyaman Bekerja

“Kalau gajinya anggaran APBD itu sudah tahapan pencairan. Sedang uang penguburan dan lanjutan untuk Juni dan Juli baru diusulkan kembali,” kata Ihwan, Senin (17/8/2020).

Menurutnya, sebagai pucuk tertinggi di PSC, ia telah menjalankan prosedur sesuai aturan yang ada agar pembayaran secara non tunai masuk semua ke rekening petugas.

“Setiap triwulan dokumen-dokumen LPJ rampung siap untuk diserahkan ke Dinkes sesuai prosedur. Dari keuangan Dinkes teruskan ke keuangan daerah tugas saya selesai,” jelasnya.

Baca Juga:  Bantaeng Mulai Canangkan Vaksinasi Ibu Hamil, Target Hingga Seribu Orang

Sekadari diketahui, satu orang petugas PSC diberi upah Rp 300 Ribu perbulan. Jika dikalkulasikan selama 4 bulan belum dibayarkan maka kurang lebih Rp 1,2 juta gaji yang tertunda.

“Iye kurang lebih jumlahnya segitu. Dengan lambatnya ditransfer ini saya sebagai Koordinator ya setiap hari mempertanyakan ke Dinkes,” keluh Ihwan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. Wahyuni enggan berkomentar banyak terkait gaji PSC yang belum dicairkan selama empat bulan belakangan ini.

“Sementara diproses ya,” singkat dr Wahyuni Saat dikonfirmasi kumanika.com.

 

REPORTER: Sahi Alkhudri

EDITOR: Arnas Amdas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template