Home / DAERAH / NEWS

Senin, 9 November 2020 - 18:34 WIB

Sindir Pemerintah, Warga Desa Pulau Harapan Sinjai Biayai Sendiri Perbaikan Jembatan

SINJAI, KUMANIKA.com — Jembatan Utama Desa Pulau Harapan Kecamatan Pulau Sembilan kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan yang rusak parah, kerap menelan korban direnovasi oleh warga.

Diketahui Jembatan yang lokasinya tepat di samping kantor Kecamatan Pulau Sembilan Itu masuk dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Sinjai. Namun keacuhan Pemerintah Daerah yang enggan melakukan perbaikan membuat masyarakat Desa tersebut kembali berswadaya.

“Kerusakan bukan hanya pada Lantai jembatan, namun beberapa tiang penyangga juga sudah rapuh.Olehnya itu warga kembali berswadaya memperbaikinya,” jelas Hasyim warga desa tersebut.

Dari hasil Swadaya (Dana), kata Hasyim, masyarakat Desa tersebut berhasil mengumpulkan dana kurang lebih Rp 6 Juta.

Namun menurutnya, meskipun berhasil mengumpulkan dana sebanyak 6 juta rupiah, anggaran perbaikan masih sangat minim lantaran harga kayu yang cukup lumayan mahal.

“Tentu kami (Warga) sangat bersyukur, karna kami bisa memperbaiki jembatan tersebut, terlebih, jembatan tersebut akses utama bagi warga. Saya selaku warga juga berterimah kasih kepada ASN yang bertugas di Desa Pulau Harapan, khususnya tenaga pendidik yang menyisihkan uang untuk menyumbang perbaikan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dinsos Sinjai Benarkan Penyaluran BPNT Dilirik Polda Sulsel

Ditempat yang sama, Salah satu warga lantang mengkritisi Pemerintah Kabupaten Sinjai, menurutnya, Pemerintah dibawah kepemimpinan Andi Seto-Andi Kartini meng’Anak tirikan Kecamatan Pulau Sembilan.

“Ini kali kedua kami memperbaiki akses utama yang masuk dalam ranah Pemerintah Kabupaten Sinjai. Akhir tahun lalu Kami juga berswadaya memperbaiki lantai jalan, dan hari ini kembali kami berswadaya memperbaiki lantai jalan dan tiang penyanggah. Semoga saja Pemerintah tidak malu melalui hasil Swadaya kami. Dan jangan selalu mengklaim keberhasilan pembangunan Infrastruktur diSinjai, sebab Dana Pinjaman 185 untuk perbaikan Infrastruktur hanya diperuntukkan 8 Kecamatan, Sementara kami tidak sepeserpun kecipratan dalam hal pembangunan Infrastruktur, ” Ujar Acha.

Baca Juga:  Polda Sulsel Telusuri Penyaluran BNPT Kabupaten Sinjai Tahun 2020

“Apa yang mau dibanggakan Pemerintahan Sinjai dibawah Nahkoda Andi Seto-Andi Kartini khusunya untuk daerah kami (Kecamatan Pulau Sembilan), program 100 hari terkait. Gerakan Satgas Pulau Bersih dan Sehat tidak ada yang teralisasi sampai detik ini, belum lagi janjinya untuk Air bersih, PLN 24 jam untuk Kecamatan Pulau Sembilan, semua hanyalah bual belaka, Ironisnya, pinjaman Rp 185 Milyar dari Pemerintah pusat untuk peningkatan Infrastruktur hanya diperuntukkan 8 Kecamatan, dan kami (Masyarakat Pulau Sembilan) hanya dijadikan komoditi sapi perah, sebab kami (Melaui retribusi) juga kena tanggungan untuk membayar angsuran pinjaman 185 Milyar itu. Memang tahun yang akan datang katanya Jembatan kami akan kena pembangunan melalui dana APBN, tapi itu masih katanya,” ketus Acha.

Share :

Baca Juga

DAERAH

Tak Libatkan Publik, Kopel Nilai DPRD dan Pemkab Sinjai ‘Konspirasi’

NEWS

Respect! Meski Sakit Hingga Harus Diinfus, Kabid Anggaran DPKD Bulukumba Tetap Ikut Rapat

DAERAH

Tambah 4 Kasus Baru Covid-19 di Bulukumba, Masih Rangkaian Transmisi Lokal

DAERAH

Dai Muda Bulukumba Sosialisasi Covid-19 di Kindang

HEADLINE

Kejar Tayang, Jalan Aspal Rp1,9 Miliar di Bulukumba Rusak

DAERAH

KKB Mamuju Gerak Cepat Distribusi Bantuan Korban Gempa Sulbar

NEWS

Bawahanya Lakukan Pungli, Kadis Perindag: Saya tidak Pernah Perintahkan

DAERAH

Bupati Bantaeng Hadiri Rakorwasda Sulsel 2020 di Makassar
error: Content is protected !!