Home / NEWS

Jumat, 21 Mei 2021 - 17:15 WIB

Setelah Mendapat Vaksinasi, Seorang Guru di Larikan ke IGD

BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Salah seorang guru SD 74 Tamarellang, Kelurahan Balasaraja, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, pingsan setelah menerima suntik vaksin.

Guru tersebut kini di rawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Dg Raja, Bulukumba, Jumat, (21/5/2021).

Saat dikunjungi awak media di IGD, NS (43) nampak lemas dan tak berdaya. Di tangan kirinya terpasang infus dan selang oksigen pun tak lepas dari hidungnya.

NS mengaku sesak napas sesaat setelah cairan vaksin masuk ke lengan kirinya melalui jarum suntik. Dia bilang vaksinasi ini merupakan vaksin pertamanya yang diterima di Polres Kabupaten Bulukumba.

Pada saat menjalani observasi sebelum mendapat suntik vaksin, ia juga mengaku menyampaikan terkait riwayat penyakit maag dan sesak napas yang ia derita.

Baca Juga:  Ketua DPRD Bulukumba Saksikan Penyerahan BLT di Gantarang

“Awalnya saya sudah menyampaikan, kalau saya punya sesak napas dan maag. Tapi petugas vaksin yang bertugas tetap melakukan tindakan dengan alasan, ini hanya rasa panik yang saya rasakan,” jelasnya sambil mengatur napas.

Ditemui di ruangan yang sama, penanggung jawab jaga di IGD RSUD Sultan Dg Radja, Ani Hariani, menjelaskan pasien masuk dalam keadaan sesak. Setelah sampai di ruang IGD, pasien langsung diberi tindakan pemasangan selang oksigen.

“Setelah tiba di IGD kami langsung beri tindakan pertama pemasangan selang oksigen. Kemudian diberi anti nyeri untuk meredam maagnya,” bebernya.

Ani Hariani memaparkan, proses vaksin itu harus melalui serangkaian tindakan. Mulai dari pendaftaran, lalu screaning yang meliputi pengukuran tekanan darah dan observasi riwayat calon penerima vaksin. Jadi, kalau di penerima vaksin lolos uji observasi barulah diberi suntikan vaksin.

Baca Juga:  Rampas HP Bermodus COD, Muliadi Berhasil Diamankan Polres Bulukumba

“Jadi pada saat observasi, calon penerima vaksin harus jujur terkait riwayat penyakit yang diderita. Karena ada beberapa penyakit kronis yang tidak boleh diberi vaksin. Seperti maag, asma, jantung, hipertensi, alergi dan penyakit kronik lain,” jelasnya.

Kemudian, sebelum ditindaki, calon penerima vaksin akan diberi lembaran Informed consent untuk ditanda tangani. Informes consent itu merupakan lembaran penyampaian informasi dari dokter atau perawat kepada pasien sebelum suatu tindakan medis dilakukan.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

NEWS

Hanya Tujuh di Indonesia, KKP Akan Bangun Sentra Kuliner di Bantaeng

NEWS

Update Corona Bulukumba 28 Juni: Positif Masih Bertambah 10 Kasus, Sembuh 11 Orang

NEWS

Lihat Disiplinnya Pegawai Kantoran Bantaeng Terapkan Protokol Kesehatan Saat Disidak Bupati

NEWS

MPP Bantaeng Mulai Berlakukan Penerbitan Paspor, Sudah 29 Pemohon Siap Diproses

NEWS

Tembus 100 Kasus Covid-19, Pemkab Bulukumba Berlakukan Pembatasan Bersyarat

NEWS

DPRD Bantaeng Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2019 Menjadi Perda

NEWS

Pemkab Bulukumba Sandingkan Dua Penghargaan dari BPKP

NEWS

Sidak, Wabup Bulukumba Hanya Temukan 40 Persen ASN Berkantor