Home / PENDIDIKAN

Senin, 11 Januari 2021 - 22:44 WIB

Seleksi PPPK Angin Segar Bagi Guru Honorer yang Bertahun-tahun Mengabdi?

BULUKUMBA, KUMANIKA.com–Pemerintah Republik Indonesia segera membuka seleksi 1 juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) demi menutupi kekosongan tenaga pendidik.

Menanggapi hal itu, salah seorang guru di SDN 231 Bontonyeleng Kecamaran Gantarang, Bulukumba, Marlina mengaku telah mengetahui informasi tersebut.

“Info yang saya dengar Insya Allah seleksi PPPK akan dibuka bulan Januari ini. Bagus ini PPPK karena tinggi gajinya,” ujar Marlina, Senin (11/01/2021).

Hanya saja yang ia sayangkan, guru yang terdaftar menjadi PPPK tersebut tidak menerima tunjangan masa pensiun.

Guru yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) jika dibandingkan dengan PPPK, kesejahteraannya jelas jauh lebih menjanjikan.

Pasalnya, status kepegawaian PNS dalam kurun waktu yang lama sampai memasuki masa purnabakti. Setelah purnabakti, para PNS tersebut masih berhak mendapatkan dana pensiunan.

Baca Juga:  Kabupaten Bantaeng Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka Awal Tahun 2021

Sementara untuk para PPPK sendiri, masa kerja atau kontrak hanya sekitar 5 tahun dan tanpa adanya tunjangan pensiun.

“PPPK masih banyak wacana, katanya kontrak cuma 5 tahun, beda sekali dengan PNS,” imbuh Marlina.

Meski sudah belasan tahun mengabdi, ia masih tetap bersemangat dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik. Sampai saat ini, ia pun belum masuk dalam Kategori II.

“Saya belum masuk Kategori II. Guru honorer  Kategori II sekarang tidak jelas juga nasibnya, dengar-dengar dialihkan semua ke PPPK,” urainya.

Kategori II sendiri adalah status bagi guru honorer yang mengajar sebelum tahun 2005 namun belum kunjung diangkat menjadi guru tetap berstatus PNS. Mereka digaji dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Baca Juga:  Pemkab Bantaeng Usulkan 492 Tenaga PPPK, Porsi Guru Lebih Besar

“Saya biar ada pendaftaran CPNS sudah tidak bisa juga ikut mendaftar karena usia sekarang diatas 35 tahun. Intinya, saya menerima apapun kebijakan pemerintah,” tutup Marlina.

Sebelumnya, Hampir diseluruh wilayah satuan pendidikan, TK, SD dan SMP di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Kekurangan tenaga pendidik, tak terkecuali di Kabupaten Bulukumba.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Bulukumba, Ahmad Djanuaris mengatakan, saat ini Kabupaten Bulukumba masih kekurangan 1.800 guru.

“Iya kita masih kekurangan guru, sekitar kurang lebih 1.800, sementara jumlah guru yang akan pensiun juga terus bergerak,” katanya, Senin (11/1/2021).

Untuk Tahun 2021 dan 2022 saja, sekitar 500 guru akan memasuki masa Purnabakti. Sementara pada Tahun 2020 sebanyak 170 orang yang telah memasuki masa purnabakti.

REPORTER: Nda

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

English Practice Club, Komunitas Pengembangan Skill Bahasa Inggris

PENDIDIKAN

Kabupaten Bantaeng Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka Awal Tahun 2021

PENDIDIKAN

Mahasiswa Prodi Kimia UMB Hasilkan Produk Unik Dimasa Pandemi

PENDIDIKAN

Sekolah Tatap Muka di Bulukumba Ditunda Hingga Pertengahan Januari

PENDIDIKAN

Arti Penting Pendidikan Bahasa Inggris Untuk Anak Usia Dini

PENDIDIKAN

Calon Paskibraka Provinsi dan Nasional Diminta Untuk Optimis Meraih Prestasi

PENDIDIKAN

Kolaborasi Penting PGRI-Dikbud Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Bulukumba
Mahasiswa Akbid Tahira Debat Soal Vaksin Covid 19 Menggunakan Bahasa Konjo dan Bugis

PENDIDIKAN

Mahasiswa Akbid Tahira Debat Soal Vaksin Covid 19 Menggunakan Bahasa Konjo dan Bugis