UPDATE COVID-19

Home / HEADLINE / HUKUM

Selasa, 15 September 2020 - 17:38 WIB

Direktur RSUD Bulukumba Diperiksa Polisi

Kanit Tipidter Reskrim Polres Bulukumba, Aipda Ahmad Fatir [IST]

Kanit Tipidter Reskrim Polres Bulukumba, Aipda Ahmad Fatir [IST]

Kasus Kematian Ibu dan Calon Bayinya di RSUD Andi Sultan Dg Radja Bulukumba

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba kembali melanjutkan penyelidikan terkait kasus kematian ibu dan anak yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bulukumba beberapa waktu lalu. Kali ini, mereka memeriksa Direktur Rumah Sakit, dr Rajab sebagai saksi terkait kasus tersebut.

Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Reskrim Polres Bulukumba, Aipda Ahmad Fatir mengatakan, pihaknya melayangkan 24 pertanyaan ke pihak manajemen Rumah Sakit, dalam hal ini dr Rajab.

“Jadi poinnya, data yang kami kumpulkan dari Direktur itu terkait bagaimana pelayanan rumah sakit, apakah sesuai dengan SOP atau tidak,” jelasnya, Selasa (15/9/2020).

Diketahui pihak keluarga korban, dalam hal pelapor yakni ayah korban sendiri, Andi Haris Ishaq dalam salah satu poin laporannya adalah pelayanan manajemen Rumah Sakit yang disebut bermasalah.

Baca Juga:  Update Corona Nasional 29 Mei: Kasus Positif tembus 25.216

Pemeriksaan selanjutnya lanjut Fatir, pihaknya akan memanggil dua dokter jaga di UGD, berinisial RK dan ASQ pekan depan untuk dimintai keterangan.

“Kami mau mengetahui bagaimana pelayanan yang diberikan saat pasien masuk kesana (UGD). Rencananya pekan depan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, setelah memerika kedua dokter jaga tersebut. Pemeriksaan akan dilanjutkan ke bidan persalinan, selanjutnya ke dr Rizal yang menangani pasien saat itu.

“Kalau jadwal pemeriksaan bidan dan dr Rizal, kami baru bisa memastikan setelah pemeriksaan dua dokter UGD tadi,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, manajemen RSUD Sultan Daeng Radja mangkir dari pemanggilan polisi. Dia dijadwalkan hadir memenuhi panggilan pada Rabu (10/9/2020) lalu.

Pemeriksaan atau klarifikasi pihak manajemen RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, dalam kasus kematian ARD (inisial) dengan calon bayinya beberapa waktu lalu.

Namun, pihak Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Daeng Radja Bulukumba tidak memenuhi undangan klarifikasi itu. Hanya saja kuasa hukum RSUD Bulukumba, Ahmad Kurniawan meminta pemeriksaan klarifikasi diundur.

Baca Juga:  Laporan Dugaan Kelalaian Oknum Dokter RSUD Bulukumba Mulai Diproses Polisi

“Kami minta undangan klarifikasinya direschedule,” kata Ahmad Kurniawan.

Menurut dia, penundaan pemeriksaan klarifikasi dalam kasus itu lantaran bertepatan dengan agenda rapat melalui virtual. Agenda rapat itu merupakan pembahasan dana alokasi daerah (DAK).

“Ada agenda lain yang tidak bisa diwakili. Sehingga pemeriksaan klarifikasi diminta diundur,” jelasnya.

Polres Bulukumba juga telah memeriksa pihak Klinik Yasira sebagai saksi pada kasus kematian ibu dan anak yang terjadi di RSUD Bulukumba itu.

“Kami sudah periksa pihak Yasira, karena sebelum dibawa ke rumah sakit, pasien dirawat di Klinik Yasira dulu,” urainya kepada kumanika.com, Jumat (4/9/2020).

Baca Berita Awal: Ibu dan Calon Bayinya Meninggal di RSUD Bulukumba, Keluarga Sebut Terlambat Ditangani Medis

 

REPORTER: Sahi Alkhudri

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Pariwisata Alam Dibuka, TNI-Polri Siap Mengawal Protokol Kesehatan

DAERAH

Polisi Selidiki Pembuang Bayi, Pelaku Terancam Pidana Lima Tahun

DAERAH

Terima PKH Selama 5 Tahun, Suharni Kini Jadi Pengusaha Beromset Jutaan

DAERAH

Siap-siap! Satgas Covid-19 Akan Patroli Prokes Dikomandoi Dandim, Melanggar Ini Sanksinya

DAERAH

Tanggul Jebol Penyebab Banjir Bandang di Bantaeng

DAERAH

Tragedi Kos Berdarah di Bulukumba, Diduga Karena ‘Bisikan Gaib’

HEADLINE

Update Corona Indonesia 2 Juni: Positif Corona Indonesia Capai 27.549 Kasus

DAERAH

Bulukumba Menuju Zero Kasus: Pasien Sembuh Covid-19 Sudah 211 Dari Total 239 Infeksi