UPDATE COVID-19

Home / HEADLINE / KABAR PARLEMEN

Kamis, 10 September 2020 - 08:04 WIB

Pengakuan Legislator Bulukumba Ini: Sebut Diserang Oknum ASN Usai Tanyakan Selisih Anggaran Pendapatan

Anggota DPRD Bulukumba Fraksi Gerindra, Muh Bakti [IST]

Anggota DPRD Bulukumba Fraksi Gerindra, Muh Bakti [IST]

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bulukumba, Muh Bakti angkat bicara soal insiden yang terjadi dalam rapat evaluasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang berbuntut ia dilaporkan ke pihak kepolisian oleh salah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Andi Awal Nurhadi.

Lagislator Fraksi Gerindra ini membatah tudingan Nurhadi yang melaporkan dirinya atas dugaan melakukan penganiayaan. Menurutnya apa yang dilakukannya sudah benar.

Ketegangan terjadi setelah rapat diskorsing oleh wakil rakyat yang dikenal garang dalam meneriakkan berbagai persoalan yang terjadi di eksekutif ini, terlebih soal pengawasan anggaran. Ia menskorsing rapat pasca mempertanyakan selisih sejumlah anggaran pendapatan yang hilang kemana, hingga melahirkan kata TAPD pencuri yang menjadi muasal dari perseteruan.

“Awal Nurhadi secara tiba-tiba dari belakang memeluk saya, dan mempertanyakan kenapa TAPD dibilang pencuri. Awal ini saya tidak tau mukanya walau dia pernah bertugas di sekretariat DPRD,” kata Bakti kepada awak media, di ruangannya, Rabu (9/9/2020).

“Saya bertanya kamu siapa, dia malah ambil kuda-kuda mau menyerang, refleks saya pegang kerah bajunya. Tapi saya tidak apa-apa kan dia, sebatas tarik saja. Yang saya khawatirkan, apa yang saya pertanyakan ini mau digelapkan saya merasa diintimidasi, saya mau diserang apalagi ini membahas soal uang,” tambah Bakti.

Lalu, kata Bakti merunut kejadian dalam rapat yang ia nilai mejadi pemicu Awal Nurhadi melakukan intimidasi terhadapnya.

“Saya ini kan pimpin rapat evaluasi. Saya bahas terkait Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit soal pendapatan. Di Dinas Kesehatan itu, ada pendapatan Rp. 16 juta, yang disetor kepala Puskesmas dari 20 Puskesmas hanya Rp.1.720.000 juta. Wajar saya tanyakan kemana hilangnya selisih uangnya. Itu untuk pemeriksaan Jemaah haji pertama,” ungkap Bakti.

Baca Juga:  Kabar Baik! Pasien Covid-19 008 dan 010 Bulukumba Sembuh, Tersisa 3 yang Dirawat

“Yang kedua, pemeriksaan haji kedua Rp. 86 juta yang ada uangnya, lagi-lagi hanya Rp.5.855.000 juta yang disetorkan, saya tanya lagi kemana uanganya. Kalau begitu kan sama saja pencurian ini. Itu uang setor dulu ke kas daerah atau ke dinas kesehatan baru anda ambil. Tapi kalau begitu sama saja korupsi. Saya bilang begitu di rapat, dan tidak ada yang protes,” jelas Bakti.

Masuk pada pembahasan target pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Dg Radja. RSUD lanjutnya, itu target yang ditetapkan Rp.86 Miliar, namun diturunkan Rp.51 Miliar berdasarkan perintah yang tak berlandaskan surat keputusan (SK) parsial.

Jika keadaannya seperti itu, Bakti mengumpamakan sama saja TAPD merampok ditengah jalan, selaku mitra Komisi yang merasa bertanggung jawab soal pengawasan anggaran, ia tak menerima hal tersebut.

“Kalau ada refocusing anggaran sampaikan. Ini barusan saya dengar ada pendapatan direvisi. Itu yang saya tidak terima. Dari situ saya putuskan skorsing rapat karena jengkel,” ungkapnya lagi.

Bahkan, sebelum menskorsing rapat, Bakti juga sempat menyinggung soal kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang saat ini bergulir di Tipikor Reskrim Polres Bulukumba.

“Kata salah satu anggota pansus yang dibentuk, kerugian negara yang ditemukan sudah hampir 9,7 Miliar, belum lagi, Rp.5,5 Miliar dana non kapitasi dan Jampersal, cuma ada berapa pertanggungjawaban nya,” bebernya.

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Bulukumba Respon Tudingan Positif Buatan Keluarga Pasien Meninggal

Soal laporan Polisi, Legislator dua periode itu menanggapi santai, ia mengaku hanya menjalankan tugas sebagai fungsi pengawasan tapi tiba-tiba diserobot Awal Nurhadi.

“Soal melapor ke polisi silahkan, itu haknya, yang jelas saya hanya menjalankan tugas. Kau ganggu saya, anda datang sebagai apa. Saya tidak panggil anda saat skorsing rapat, yang saya panggil itu kepala bidang anggaran Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD), Andi Irma Damayanti, ke meja pimpinan rapat,” cerita Bakti.

“Tiba-tiba menyerobot dengan pakai topi. Semestinya ijin dulu siapa yang suruh, kepala dinas atau siapa, jangan asal nyerobot apalagi ini kantor saya. Saya tuan Rumah anda tamunya. Etikanya jelas,” tutup Bakti.

Staf Ahli Fraksi Gerindra di DPRD Bulukumba, Roslan menambahkan, pihaknya berencana melakukan pelaporan balik mengenai insiden tersebut. Menurutnya setiap anggota DPRD dalam menjalankan tugas punya hak imunitas DPRD, apalagi ketika menyuarakan tugas mengawasi anggaran.

“Iya rencana Pak Bakti akan laporkan. Tapi menunggu keputusan secara kelembagaan dulu (di DPRD),” singkat dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, Sulawesi Selatan, Andi Awal Nurhadi (35) melaporkan salah satu anggota DPRD Bulukumba ke pihak Kepolisian resor (Polres) Bulukumba. Rabu (9/9/2020).

Nurhadi melaporkan legislator yang bernama Muh Bakti dari Fraksi Gerindra pasca mengaku menjadi korban penganiayaan oleh Muh Bakti.

EDITOR: Arnas Amdas

Baca Berita Sebelumnya: Eksekutif dan Legislatif Bulukumba Memanas, ASN Ini Polisikan Anggota Dewan

Share :

Baca Juga

DAERAH

Temuan Terbaru Pansus BOK: Uang Rp 17 Miliar Dari Pusat, Tidak Sampai Rp 10 Miliar ke Puskesmas

KABAR PARLEMEN

Gaduh Saat Rapat Evaluasi, Ketua DPRD Harap Eksekutif & Legislatif Tak Berseteru

DAERAH

Tragedi Kos Berdarah di Bulukumba, Diduga Karena ‘Bisikan Gaib’

KABAR PARLEMEN

Banyak Masalah di Dinkes, Dewan Desak Pemkab Bulukumba Evaluasi ASN-nya

DAERAH

Patut Dicontoh, Bupati Tolitoli Gratiskan Suket Bebas Covid-19 Untuk Warga yang Ingin Keluar Daerah

KABAR PARLEMEN

Banyak Indikasi Korupsi di Dinkes Bulukumba, Dewan Beri Catatan Khusus ke Bupati

DAERAH

Bantaeng Kini Zona Hijau yang Bisa Terapkan Tatanan New Normal

KABAR PARLEMEN

Dewan Sebut Sistem Perencanaan Dinas Perumahan dan Pemukiman Bulukumba Tidak Beres