UPDATE COVID-19

Home / DAERAH / HEADLINE / NEWS

Rabu, 5 Agustus 2020 - 14:02 WIB

Kebijakan Bupati Bulukumba Buka Kembali Sekolah Tak Disetujui Gubernur NA

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah Vidcom dengan kepala daerah [Humas Pemprov]

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah Vidcom dengan kepala daerah [Humas Pemprov]

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Bupati Bulukumba, A.M. Sukri Sappewali beberapa waktu lalu mengeluarkan kebijakan membuka kembali sekolah untuk belajar tatap muka (SD-SMP/Sederajat) setelah kasus Covid-19 mengalami kenaikan di angka kesembuhan.

Update data terbaru Satgas Covid-19 Bulukumba, Rabu (5/8/2020) dari total 241 kasus tersisa 4 Suspek Covid-19 yang dirawat atau isolasi mandiri di rumah.

Meski penerapan pembukaan sekolah terbatas dan hanya di satu wilayah saja, yakni di kecamatan Ujung Bulu (kota kabupaten Bulukumba) disertai penerapan teknis, namun hal ini mendapat respon penolakan, tak disetujui Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah meminta Pemerintah Kabupaten Bulukumba tidak gegabah menerapkan skenario pembejaran tatap muka di sekolah. Rencana ini masih perlu kajian mendalam dengan mempertimbangkan sisi epidemiologisnya.

“Jangan dulu. Kita tunggu dulu. Inikan memang sekarang sudah terus landai. Secara umum Rt (reproduksi efektif) kita sudah 0,92, berarti sudah di bawah 1. Tetapi kita tidak boleh anggap enteng,” tegas Nurdin Abdullah kepada awak media di kantor Gubernur Sulsel, Selasa (4/8/2020).

Nurdin meminta pemerintah setempat tidak terburu-buru menerapkan hal tersebut. Dia berharap, Pemkab Bulukumba mengkonsultasikan lebih dulu rencana ini ke Pemprov Sulsel melalui tim gugus tugas Covid-19.

“Pasti akan dikonsultasikan dulu ke kitalah,” tambahnya.

Nurdin khawatir, tanpa pertimbangan yang matang, skenario ini justru bisa memperburuk strategi pemerintah untuk menekan laju penularan Covid-19.

Pertimbangannya, sekolah tatap muka berpotensi memunculkan kerumunan di sekolah, terlebih para siswa. Aktivitas kerumunan bisa memicu penyebaran virus lebih meluas jika tak ada protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, pemetaan wilayah kerawanan Covid-19 di Sulsel yang menjadi pertimbangan pembukaan sekolah turut menjadi tolok ukur. Kalaupun ada wilayah yang masuk zona hijau, tidak serta merta langsung direkomendasikan.

Baca Juga:  Pekan Depan, Pemkab Bulukumba Bolehkah Pelajar SD dan SMP Masuk Sekolah Meski Masih Zona Merah

“Makanya tunggu dulu hasil kajian tim epidemiologi kita. Mana daerah-daerah yang kira-kira sudah bisa melakukan tatap muka, tapi (dilakukan) terbatas. Mungkin waktunya juga tidak bisa sekaligus,” tandasnya.

Pemerintah setempat harus menjamin kesiapan sistem atau infrastruktur pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah. Misalnya, ketersediaan fasilitas untuk cuci tangan, jaga jarak, dan dipastikan tetap disiplin memakai masker selama di sekolah.

“Saya kira Bulukumba akan konsul ke kita dulu. Nanti kita akan tunjukkan bagaimana peta klasternya. Mungkin mereka merasa karena semua yang terkonfirmasi positif dirawat di Makassar. Jadi mereka menganggap itu daerahnya hijau,” sambung dia.

Gubernur Nurdin juga mengungkapkan, arahan ini berlaku juga untuk seluruh kabupaten/kota di Sulsel ini dikeluarkan sebab fluktuasi kasus harian Covid-19 di Sulsel masih terjadi. Laju penyebaran virus corona di Sulsel, kata Nurdin masih perlu diwaspadai.

Tidak hanya Kabupaten Bulukumba, kata Nurdin, penegasan ini juga berlaku ke semua daerah, di seluruh sektor, termasuk kepariwisataan. Protokol kesehatan yang ketat harus dijamin terlaksana, walaupun skenario adaptasi kebiasaan baru akan direncanakan.

“Nah, termasuk itu (sektor pariwisata). Kita jangan terlalu gegabah dulu membuka. Kita persiapkan dulu fasilitasnya, kita siapkan dulu sistemnya, supaya jangan orang bergerombol. Karena gerombol itu memicu terjadinya penularan secara masif,” jelas Nurdin.

Membuka Sekolah di Kecamatan Ujung Bulu yang Jadi Wilayah Epicentrum Covid-19

Diberitakan sebelumnya, pemerintah kabupaten Bulukumba akan memulai kembali pemberlakuan belajar tatap muka di sekolah, yakni SD-SMP/sederajat pada pekan depan atau Minggu ke dua bulan Agustus.

Baca Juga:  Pemerintah Provinsi Diminta Berkantor di Stadion Mattoangin

Pemberlakuan tersebut ditegaskan langsung Bupati A.M Sukri Sappewali, kata dia, kebijakan belajar di sekolah tersebut seiring angka kesembuhan suspek covid-19 yang menginfeksi ratusan masyarakat Bulukumba sudah signifikan tinggi, meski masih tersis 4 orang yang suspek.

“Jadi seluruh SD dan SMP akan kita buka dengan pertimbangan tingkat penyebaran Covid-19 sudah menurun. Pembelajaran akan dilakukan bsecara bergelombang,” kata Bupati.

Banyak menjadi sorotan masyarakat juga lantaran kebijakan tersebut membuka sekolah di wilayah kecamatan Ujung Bulu yang diketahui merupakan epicentrum penyebaran Covid-19 di Bulukumba.

Sebagai persiapan, pekan ini seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan wilayah Kecamatan Ujung Bulu akan dirapid test untuk menskrening penularan Covid-19.

Pemkab Bulukumba juga akan mengevaluasi keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah. Jika dalam perkembangannya terjadi penularan Covid-19 maka kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan.

“Namun jika kondisinya tetap aman, SD dan SMP di kecamatan lainnya juga akan segera dibuka,” beber Bupati.

Bupati AM Sukri Sappewali meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempersiapkan rencana pembukaan sekolah ini, termasuk kesiapan sekolah dalam menerapkan standar protokol kesehatan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Diketahui sejak Maret 2020 yang lalu Pemerintah Kabupaten Bulukumba menghentikan kegiatan belajar mengajar di SD dan SMP karena adanya wabah pandemi Covid-19. Data terakhir, jumlah yang terpapar Covid-19 di Bulukumba mencapai 241 orang, 5 orang diantaranya meninggal dunia. Tingkat kesembuhan sudah mencapai 232 orang atau tersisa 4 orang yang masih dirawat atau isolasi mandiri.

Share :

Baca Juga

DAERAH

Bertambah 30, Pasien Sembuh Covid-19 Asal Bulukumba Kini 107 Orang

HEADLINE

Polisi Bakal Bubarkan Massa Paslon Pilkada Bulukumba yang ke KPU Saat Penetapan Nomer Urut

HEADLINE

BLT Dana Desa: Diperpanjang Sampai September, Tapi Dipangkas Jadi Rp 300 Ribu

DAERAH

Kabar Baik! Pasien Covid-19 008 dan 010 Bulukumba Sembuh, Tersisa 3 yang Dirawat

DAERAH

Hasil Swab Bupati Bulukumba Negatif Covid-19

DAERAH

Balai Penyuluh Pertanian Bulukumpa Raih Piala Bergilir Bupati Bulukumba

DAERAH

DPRD Bulukumba Satu-satunya Daerah di Sulsel Terintegrasi JDIH

DAERAH

Andi Buyung Ditunjuk jadi Plt Sekwan Bulukumba