Home / NEWS

Kamis, 15 April 2021 - 16:02 WIB

RDP Pungli Pasar Sentral Bulukumba Berpihak Kesiapa

BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba berhasil menemukan sejumlah fakta saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan Kepala Pasar Sentral Bulukumba, Amir.

RDP yang menghadirkan Kepala Dinas Perdangan Bulukumba, Munthasir Nawir, Kepala Pasar Sentral, Amir, serta sejumlah perwakilan pedagang terkuak sejumlah fakta jika pungli itu benar terjadi.

Hal itu dikuatkan dengan pernyataan salah satu pedagang Pasar Sentral Bulukumba, H Husain, yang menyampaikan dirinya secara jelas diminta membayar Rp3 juta oleh Kepala Pasar Setral, Amir.

“Jangan ajari saya bohong pak, saya ini sudah tua, katakanlah yang sebenarnya,” katanya saat membantah pernyataan Amir yang mengaku tidak melakukan pungli kepada sejumlah pedagang.

Husain menjelaskan jika saat itu dirinya di minta untuk membayar uang pagar sebesar Rp3 juta. Namun permintaan itu tidak dapat dipenuhinya sehingga dirinya diminta untuk mencicil sebesar Rp300 ribu perbulannya.

Baca Juga:  DPRD Berharap Musrenbang Jadi Ruang Aspirasi yang Diprioritaskan Pemerintah

“Karena saya tidak memiliki uang sebesar Rp3 Juta saat itu maka saya di minta untuk di cicil sebesar Rp300 ribu perbulan,” ucapnya.

Pernyataan Husain tersebut menjadi fakta yang ditemukan Komisi B DPRD Bulukumba dalam RDP yang dilakukan. Hal itu juga ditimpali dengan pernyataan Kepala Dinas Pedagangan, Munthasir Nawir.

Ia menyatakan jika pungli yang diduga dilakukan Kepala Pasar Sentral, Amir, sebesar Rp3 juta kepada pedagang tanpa sepengatahuannya.

Munthasir Nawir secara tegas menyatakan jika dirinya tidak pernah memberikan perintah kepada bawahanya itu untuk meminta sejumlah uang pembangunan pagar Pasar Sentral.

“Saya juga kemarin heran, karena saya tidak pernah menyuruh atau memerintahkan kepala pasar untuk minta sumbangan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan jika pembangunan pagar pasar itu telah di bahas di DPRD dan di anggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga:  Anggota DPRD 'Guyon' ke Andi Utta, Tanyakan Masa Jabatan Hingga Koreksi Penyebutan

“Makanya saya semakin heran dengan kabar pungli ini,┬ápadahal kita sama-sama tahu kalau pagar pasar ini di anggarkan melalui APBD,” jelasnya.

Sementara Ketua Komisi B DPRD Bulukumba, Fahidin HDK, mempertanyakan langsung kepada Kepala Pasar terkait dugaan pungli kepada pedagang Pasar Sentral Bulukumba.

“RDP ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas adanya informasi tentang dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh Kepala Pasar Sentral Bulukumba,” ucapnya.

Dalam rapat tersebut Fahidin juga menyampaikan jika telah mencari fakta dan kebenaran atas dugaan pungli yang di lakukan oleh Kepala Pasar Sentral Bulukumba.

“Kami telah melakukan reses secara diam-diam hanya untuk menemukan fakta-fakta pendukung,” ujarnya.

Hanya saja hingga saat ini, Komisi B DPRD belum mengeluarkan hasil ataupun rekomendasi terkait hasil temuan dan RDP yang dilakukan terkait pungli Pasar Sentral Bulukumba.

Reporter: Ary

Share :

Baca Juga

DAERAH

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Bulukumba Lebih Tinggi Dibanding Penambahan Kasus Baru

HEADLINE

Pariwisata Alam Dibuka, TNI-Polri Siap Mengawal Protokol Kesehatan

DAERAH

Videonya Viral, Polisi Cari Perempuan Berdaster Merah yang Joget di Lampu Merah Bulukumba

NEWS

Bawaslu Bulukumba Dapat ‘Warning’ Pelanggaran Pilkada

DAERAH

Curhatan Pasien OTG Covid-19 di Bulukumba: Terkatung-Katung 19 Hari Tanpa Kejelasan

DAERAH

Tambah 14 Orang Hari Ini, Total Positif Covid-19 di Bulukumba Tembus 59 Kasus

NEWS

Debit Air Berkurang, 5 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

NEWS

Tak Ada Kerumunan Perayaan Natal dan Tahun Baru di Bulukumba
error: Content is protected !!