Home / NEWS

Selasa, 9 Maret 2021 - 13:35 WIB

Pusatkan Aktivitas Perdagangan, Solusi Capai Target PAD Disperindag

Kadis Perindag Bulukumba, Munthazir Nawir.

Kadis Perindag Bulukumba, Munthazir Nawir.

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Ditahun 2020, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bulukumba yang gagal mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain dampak Covid-19. Gagalnya Disperindag Bulukumba mencapai target PAD retribusi pasar dikarenakan tidak terfokusnya pusat aktivitas perdagangan selama ini. Sehingga kebocaran PAD kerap dialami Disperindag.

Ditahun 2020 lalu, Disperindag Bulukumba hanya mampu mencapai target PAD sebesar Rp.2.308.409.000 dari Rp.4.201.926.800 atau hanya sebesar 55 persen dari target PAD.

Meski gagal mencapai target PAD di tahun 2020 lalu, target PAD Disperindag naik dari Rp.4.201.926.800 menjadi Rp.4.587.028.500.

Peningkatan target ditahun 2021 ini menjadi tantangan baru untuk Disperindag Bulukumba. Salah satu solusi yang dilahirkan Disperindag yakni melakukan pemindahan pusat aktivitas bongkar muat.

Baca Juga:  Hasil Tes Swab Pasien Covid-19 Bocor, Kadis Kesehatan Bulukumba Minta Maaf

Pemindahan aktivitas bongkar muat dari Pasar Tradisonal Cekkeng ke Pasar Sentral Bulukumba sejak 1 Maret 2021 dianggap menjadi solusi tepat. Meski harus menimbulkan pro dan kontra diantara pedagang pasar.

Keputusan pemidahan yang dilakukan Disperindag telah mendapat persetujuan Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf untuk memaksimalkan PAD melalui retribusi bongkar muat barang.

“Kami sudah berkoordinasi dan beliau (Bupati) sangat mendukung apa yang kami usulkan asalkan berjalan aman dan tertib. Pemindahan ini kita bisa maksimalkan PAD Retribusi agar bisa capai target,” terangnya.

Selain persetujuan Bupati, Muntazir menyebutkan bahwa hal ini juga melalui sosialiasi persetujuan para pedagang pasar (bongkar barang). Dimana para pelaku bongkar muat setuju dengan usulan pemindahan tersebut.

Baca Juga:  Insiden Laka Truk VS Honda HRV di Bulukumba, Kuasa Hukum Komunitas Truk: Kami yang Ditabrak

“Sebelum mengambil kebijakan, Kami sudah surati semua pedagang dan mereka sepakat untuk dipindahkan. Tentu ini tidak sertamerta dilakukan pemindagan,” tambahnya.

Adanya penolakan atas kebijakan Disperindag tersebut. Munthazir menilai jika hal itu dilakukan oleh pihak merasa terganggung dengan zona nyaman yang mereka dapatkan selama ini.

Munthazir mengaku dilema dengan hal tersebut. Hanya saja disisi lain pemindahan itu perlu dilakukan agar penataan bongkar muat yang terjadi tidak menimbulkan kemacetan.

“Kondisi begini bikin dilematis memang, tapi ini kami lakukan karena di pasar Cekkeng itu semrawut dan perlu dilakukan pentaan ulang,” pungkasnya.

Reporter: NDA

Share :

Baca Juga

NEWS

Bhabinkamtibmas Desa Lonrong Khitan 2 Anak Warga Kurang Mampu

NEWS

Pengambilan Jenazah Positif Covid-19, Oknum Anggota DPRD Makassar Dibidik

NEWS

40 Kasus Dugaan Pelanggaran Warnai Pilkada Selayar

NEWS

Pemkab Bantaeng Gelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Perubahan RPJMD

NEWS

PUTR Bulukumba Gelontorkan Anggaran Rp500 Juta Untuk Lampu Jalan di 10 Kecamatan

NEWS

Upaya Kembangkan Kompetensi Guru, Ini yang Dilakukan PGRI Bantaeng

NEWS

Nelayan yang Terombang-ambing di Perairan Bira Ditemukan Selamat

NEWS

Mampu Hadirkan Inovasi, Pemkab Bantaeng Diganjar Penghargaan SAKIP