Home / NEWS

Selasa, 2 Maret 2021 - 17:44 WIB

Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu Bantaeng Bisa Jadi Investasi SDM

IST

IST

BANTAENG, KUMANIKA.com– Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu daerah dengan angka stanting rendah di Indonesia. Bahkan angka stanting Bantaeng lebih rendah dari Provinsi Sulawesi selatan.

Hal itu disusul dengan diresmikannya Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu Kabupaten Bantaeng, yang terletak di Desa Lumpangang, Kecamatan Pa’jukukang, Selasa (2/3/2021).

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, meresmikan pengoperasian gedung tersebut.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi terhadap upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bantaeng melalui gedung penanggulangan gizi terpadu ini. Dia menyebut, ini adalah investasi manusia melalui peningkatan SDM.

“Bahwa investasi manusia itu jauh lebih berlipat pentingnya dibanding dengan investasi infrastruktur,” jelas dia.

Dia menambahkan, kasus stunting di Sulsel juga cukup tinggi. Hampir setiap pekan dia selalu mendapati kasus gizi buruk, gizi kurang dan stunting di Sulsel.

Baca Juga:  Bantaeng Potensi Jadi Sentra Ekspor Bawang, Mentan SYL Suntik Rp13 Miliar ke Petani

“Hampir setiap minggu saya selalu menemukan ini. Saya biasa turun tangan langsung dan memberikan intervensi hingga kasus ini benar-benar tuntas. Kita berharap, gedung ini bisa ikut meredam angka kekurangan gizi di Sulsel,” jelas dia.

Dia juga mengakui, Sulsel akan terus berupaya untuk membangun sinergitas dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan kebutuhan gizi. “Kita akan terus bersinergi,” jelas dia.

Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin mengatakan, keberadaan gedung ini adalah bagian dari upaya semangat membangun daerah melalui program peningkatan SDM. Dia mengatakan, UPTD Layanan Gizi Terpadu ini akan memberikan intervensi penanganan gizi secara integral dengan melibatkan semua pihak di Bantaeng.

“Gedung ini melibatkan penanganan secara integral dari semua pihak,” jelas dia.

Dia juga melaporkan selain gedung itu, Pemkab Bantaeng juga telah berupaya meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui program kampung KB. Saat ini, Bantaeng sedang mengembangkan 12 kampung KB yang tersebar di seluruh kecamatan.

Baca Juga:  Gakkumdu Diminta Tuntaskan Kasus Video Bagi-bagi Amplop di Bulukumba

“Hal ini adalah komitmen Pemkab Bantaeng untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat,” jelas dia.

Selain meresmikan gedung pusat layanan gizi, Menko PMK dan kepala BKKBN RI juga melakukan kunjungan di Kecamatan Sinoa. Mereka melihat inovasi bendera Saskia yang dibuat untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak. Selain itu, rombongan juga memantau Public Safety Center (PSC) 119 yang memberikan pelayanan kegawatdaruratan.

Sementara Menko PMK, Muhadjir Effendy, mengaku takjub dengan hadirnya gedung ini. Ia menyarankan untuk penamaannya Pusat Pelayanan Gizi Terpadu.

“Kami apresiasi angka stunting rendah 21 persen, melebihi pusat 27,6 persen. Bantaeng harus jadi pelopor untuk menurunkan angka stunting dengan kerjasama kuat pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Presiden Jokowi memberikan target penurunan stunting 14 persen hingga periode terakhir 2024.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

NEWS

Pemkab Bulukumba Sabet Penghargaan Penyetor Terbaik JKK-JKM dari PT Taspen Cabang Utama Makassar

NEWS

Gelar Mutasi, Ilham Azikin Tegaskan Pejabat Harus Bekerja Sesuai Regulasi

NEWS

Bantuan Produktif Usaha Mikro Berlanjut Hingga 2021

NEWS

Peduli Kaum Perempuan, TP PKK Support Peringatan Pink Blue Day

NEWS

Kepekaan Sosial Andi Utta Dipuji Mantan Sekda Bulukumba

NEWS

Kembali Bertambah 8 Kasus, Positif Covid-19 di Bulukumba Hampir 200 Kasus

NEWS

Sesuai Himbauan Presiden, Plt Gubernur Sulsel Tiadakan Safari Ramadhan Tahun Ini

NEWS

Gelontorkan Rp 200 Juta, Pembangunan Jembatan Tappalang di Desa Bontobulaeng Bulukumba Dilanjutkan