Promosikan Hutan Karet Bulukumba melalui Wisata Adventure

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Bulukumba tidak hanya memiliki keindahan pantai yang eksotis, namun juga terdapat pepohonan tanaman karet yang memiliki pesona yang tak kalah indah. Deretan pemandangan pohon karet yang berbaris rapi seperti tidak ada ujungnya sejauh mata memandang.

Berwisata ke hutan karet tidak hanya menikmati pemandangan hijau nan sejuk, wisatawan juga bisa mencoba wisata adventure menaiki mobil offroad. Menaklukkan medan di tengah hutan karet, baik itu tanah berlumpur, melewati sungai, dan rute pendakian.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dalam dan Luar Negeri Dinas Pariwisata, Irmayanti Asnawi, menyebutkan wisata kebun karet cocok untuk wisata adventure.

Baca Juga:  Rekomendasi KASN Belum Dilaksanakan, Bupati Klaim Tunggu Kelengkapan Surat

“Bulukumba kaya akan potensi wisata termasuk wisata kebun karet yang sangat indah alamnya, dengan medannya yang cocok untuk wisata adventure (offroad),” tuturnya, Selasa (23/2/2021).

Ia menambahkan, Dinas Pariwisata ada event tahunan yang biasa dilakukan di bulan maret yang bertepatan dengan musim buah yaitu jelajah hutan karet. dalam bentuk promosi itulah sebagai rangkaian dari Festival Pinisi.

“Hutan karet sangat indah untuk dijelajahi, kami sangat senang karena bisa menikmatinya dengan cara yang berbeda yaitu menggunakan mobil atau offroad,” kata Ketua Indonesia Offroad Federation (IOF) Bulukumba, H. Saifuddin.

Baca Juga:  ADWI 2021, Kadis Pariwisata Ajak Desa Untuk Ikut Berkompetisi

Ia menambahkan, potensi wisata hutan karet sangat cocok dipadukan dengan offroad menjadi wisata adventure, dimana wisatawan mendapatkan pengalaman yang luar biasa saat melewati medan-medan yang sulit.

H. Saifuddin berharap dapat bekerjasama dengan para pelaku usaha wisata lainnya, agar promosi hutan karet Bulukumba dapat terus berjalan seiring pengembangan pariwisata Bulukumba.

Perkebunan karet yang ada di Bulukumba seluas 60.000 hektar yang biasanya digunakan oleh IOF untuk melatih adrenalin dibawah izin pemilik perkebunan karet.

Reporter: Devi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template