Home / HUKUM

Rabu, 26 Agustus 2020 - 20:06 WIB

Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa di Bulukumba

Vidcom Unit Tipikor Reskrim Polres Bulukumba [IST]

Vidcom Unit Tipikor Reskrim Polres Bulukumba [IST]

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Akhir-akhir ini, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Bulukumba tengah disibukkan dengan berbagai dugaan kasus korupi yang terjadi di Bulukumba, diantaranya, kasus Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di dinas kesehatan (Dinkes) yang diduga merugikan negara sebesar Rp. 6,4 Miliar dan Kasus dugaan penyelewengan anggaran di Dinas Sosial Bulukumba untuk Bansos terdampak Covid-19 diduga merugikan negara sebesar Rp. 344 juta lebih.

Selain dua kasus tersebut, Tipikor Polres Bulukumba juga melanjutkan penuntasan dugaan penyelewengan atau korupsi dana desa di kabupaten Bulukumba.

Penuntasan berjumlah dua kasus dugaan korupsi dana desa yang sementara ini ditangani penyidik Tipikor Polres Bulukumba, sudah dalam tahap penyidikan.

Dua desa tersebut yakni, desa Bonto Baji dan Desa Kindang.

Baca Juga:  Pelaku Penganiayaan Anggota TNI di Limpahkan ke Kejari Bulukumba

“Kalau Desa Bonto Baji sudah turun BPKP, untuk Desa Kindang insyah Allah bulan depan BPKP-nya turun,” ucap Kanit Tipikor Reskrim Polres Bulukumba Ipda Muhammad Ali, Selasa (25/8/2020).

Meski begitu, Ali menyebutkan kedua kasus korupsi dana desa yang ditangani sementara menunggu hasil. Walaupun belum hasil final.

“Belum ada hasil finalnya tetapi sudah turun BPKPnya, jadi sisa menunggu hasil,” sebutnya.

Penanganan dua kasus dugaan korupsi dana desa oleh Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba dimulai sejak bulan Desember 2019 lalu.

Ali menjelaskan setelah hasil audit kedua kasus dugaan korupsi dana desa, pihaknya segera melakukan gelar perkara penentuan tersangka. Namun dia belum bisa membeberkan siapa calon tersangka dari dana desa tersebut.

Baca Juga:  Sat Narkoba Polres Bulukumba Amankan Satu Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

“Kalau sudah ada hasil kerugian negara barulah kita melakukan gelar perkara penentuan tersangkanya,” kata Ali.

Lambatnya penanganan kasus korupsi dana desa tersebut disebabkan beberapa bulan lalu terjadi lock down di Kota Makassar. Sehingga tim audit tak mampu turun untuk melakukan audit.

Belum lagi permintaan sejumlah daerah lainnya di Sulawesi Selatan terkait laporan audit dugaan korupsi.

“Jadi bukan hanya kami yang melakukan permintaan audit, tapi daerah lain juga yang ada di Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Diketahui dugaan korupsi Desa Kindang ditaksir mencapai Rp900 juta tahun anggaran 2017-2018. Sedangkan dugaan korupsi di Desa Bonto Baji sebesar Rp450 juta tahun anggaran 2016-2017.

REPORTER: Alfareza
EDITOR: Arnas Amdas

Share :

Baca Juga

DAERAH

Antisipasi Macet Libur Panjang, Satlantas Polres Bulukumba Terjunkan Puluhan Personel

DAERAH

Kanit Dikyasa Polres Bulukumba Imbau Masyarakat Miliki Kesadaran Tertib Berlalu Lintas

HUKUM

Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba di Kabupaten Bulukumba, 4 Polisi Dapat Reward

HUKUM

Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan, Lapas Klas 2A Bulukumba Sidak Blok Tahanan

HUKUM

LBH Panrita Lopi Soroti Lambannya Penanganan Korupsi BOK Dinkes

HUKUM

Puluhan Pelaku Balap Liar Beserta Motor Diamankan Polisi

HUKUM

Polisi Pidanakan Pengambilan Paksa Jenazah Terindikasi Covid-19

HUKUM

Penanganan Korupsi Lamban, Imperium: Penegakan Hukum Masih Lemah
error: Content is protected !!