Home / POLITIK

Kamis, 11 Februari 2021 - 14:41 WIB

Polemik Internal Golkar Bulukumba, Dualisme Kepengurusan Terancam Terulang

ilustrasi (INT)

ilustrasi (INT)

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bulukumba 2020 lalu, tubuh diinternal DPD II partai Golkar Bulukumba terus menerus diterpa polemik kepengurusan.

Penunjukan Nirwan Arifuddin sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua Golkar Bulukumba pasca Andi Hamzah Pangki bertarung dalam Pilkada 2020, melahirkan kisruh diinternal kepengurusan.

Mayoritas kader menilai jika penunjukan Nirwan sebagai Plt Ketua Golkar Bulukumba dianggap cacat hukum dan menjadi pemicuh konflik internal partai.

Selain itu, tidak disertakannya seluruh pengurus dalam rapat dan pleno menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Bulukumba menambah tensi konflik internal Golkar Bulukumba memanas.

Terbaru, sejumlah kordinator atau pimpinan kecamatan (Korcam/Pincam) Golkar Bulukumba melayangkan protes atas keputusan demisioner atau Surat Keputusan (SK) sudah tidak berlaku lagi sehingga melakukan penunjukan Plt Korcam.

Baca Juga:  Kata Ekonom soal Covid-19 yang Berdampak pada Sektor Ekonomi

Koordinator Kecamatan Rilau Ale Golkar Bulukumba, Abdul Salam mengatakan kepengurusannya bersama Korcam lain dinyatakan tidak berlaku lagi setelah pelaksanaan forum Musda.

“Korcam yang ada inikan terpilih melalui musyawarah yang lalu, 2016 dan 2018 mestinya SK-nya tidak bersamaan semua berakhir di 2020, cuma kesalahan SK yang dibuat sekretaris Golkar Bulukumba meratakan semua tahun berakhirnya 2020,” ujarnya, Rabu (10/2/2021).

Mestinya, lanjut Salam, dalam menghadapi musda kabupaten SK Korcam perlu dipertimbangkan untuk diperpanjang sampai selesainya musda kabupaten.

“Karena kasihan seluruh Korcam di 10 kecamatan telah berdarah-darah dan mengorbangkan waktu dan tenaganya mengurus partai di setiap menghadapi event-event politik, seperti Pilpres, Pileg, Pilgub dan Pilkada. Semua adalah korcam yang punya andil besar dalam moment politik tiba-tiba mau di PLT kan. Tentu sangat miris rasanya korcam diperlakukan oleh plt,” cetus Salam.

Baca Juga:  Dianggap Tidak Komitmen, DPC Akan Adukan 3 Anggota Dewannya ke DPP

Bahkan Salam mengatakan, tidak menutup kemungkinan, jika kisruh ini terus berlanjut tanpa ada kepastian jadwal Musda dan pelibatan pengurus Golkar dalam berbagai rapat akan menimbulkan dualisme kepengurusan di internal partai Golkar Bulukumba.

“Yang ditakutkan jangan sampai karena kecewa para korcam membentuk kepengurusan tandingan, apalagi mengingat yang lalu Golkar pernah dualisme dan waktu tahun 2015, pada saat itu pak Nirwan sendiri juga selaku Plt ketua Golkar Bulukumba, dari situ mestinya kita belajar dan kompak demi kejayaan partai ke depan. Bukan malah membetuk kader yang kecewa,” jelasnya.

Reporter: NDA

Share :

Baca Juga

POLITIK

Dapat B1 KWK Demokrat, AHP-AMM Sudutkan JMS-HAMAS Diperebutan Golkar

POLITIK

Tak Main-Main Soal Kepentingan Masyarakat, HM21 Konsep Program Dengan Fakta Integritas

POLITIK

Adu Program di Pilkada: HM21 Siapkan Perlengkapan Sekolah Gratis, Asik Janji Tingkatkan APBD Rp 2 Triliun

POLITIK

Pilkada Bulukumba: Harapan Baru Menggema di Basis Asik, Kacamatayya Dapat Amunisi Partai Hanura

DAERAH

Jelang Pilkada Bulukumba, Arum Spink Ditunjuk Ambil Alih Ketua NasDem Dari Tomy Satria

POLITIK

Kunci Rekomendasi B1 KWK, PAN Milik Andi Utta-Edy Manaf di Pilkada Bulukumba

POLITIK

SK Penunjukan Nirwan Sebagai Plt Ketua Golkar Bulukumba Dianggap Cacat Prosedural

POLITIK

Terbukti Mengabdi, Alasan Politisi Perempuan Senior Inisiasi Relawan Menangkan Kacamatayya
error: Content is protected !!