Perkenalkan Jubir Milea, Rela Pulang Kampung Demi Bulukumba Asik

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Acara Launching Program pasangan calon bupati dan wakil bupati Bulukumba nomor urut 2, Askar HL – Arum Spink, Sabtu, (10/10/2020) kemarin, ada gadis cantik yang turut jadi pemantik diskusi.

Gadis itu bernama Isei Audrey Natanti dan karib disapa Isei. Ketua komunitas Makassar Bergerak, yang selama ini aktif melakukan pendampingan promosi Pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran Alumnus East China Normal University Shanghai, China, itu di acara Launching Program pasangan bertagline Bulukumba Asik bukan tanpa sebab.

Pasalnya, wanita kelahiran Bulukumba 1 mei 1996 ini, didapuk sebagai Juru Bicara (Jubir) Milenial Asik (Milea). Komunitas Milenial yang selama ini berada dibarisan pemenangan pasangan Askar – Pipink.

Baca Juga:  AZP: PAN Bulukumba Harga Mati Dukung Harapan Baru di Pilkada

“Saya meninggalkan zona nyaman, memilih pulang kampung dan berjuang bersama Milenial Asik. Karena ada kesamaan pandangan, tidak ingin melihat anak muda hanya menjadi objek disetiap pertarungan politik,” tuturnya, Minggu (11/10/2020).

Selain itu, kata anak didik Gubernur NTT, Victor Laiskodat ini, dirinya memilih berjuang bersama pasangan Bulukumba Asik, karena mengetahui track record pasangan tersebut.

“Saya banyak berdiskusi soal perkembangan pariwisata di Bulukumba, dan ternyata yang kami pikirkan sama. Selain itu, saya selalu ingat perkataan pak Arum. Beliau selalu bilang, berdosa kalau kemampuan yang dimiliki tidak dimanfaatkan untuk membangun kampung halaman,” ucapnya.

Baca Juga:  Poros Baru Menentukan Sikap, Deklarasi Dukung TSY-AM di Pilkada Bulukumba

Isei adalah tipikal anak milenial yang menyukai tantangan. Meski usianya masih sangat muda, dirinya bisa menunjukkan prestasi gemilang.

Di waktu senggang, gadis singel ini kerap meluangkan waktu untuk melakoni hobi travelingnya, sembari melakukan kegiatan-kegiatan Sosial.

“Saya berdosa jika membantah dalam diri saya mengalir darah panrita lopi. Saya lahir dan menghabiskan masa kecil disini (Bulukumba). Dan sekarang waktu yang tepat untuk saya kembali dan berjuang memperbaiki kampung halaman,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template