Home / HUKUM

Kamis, 11 Februari 2021 - 21:16 WIB

Penegak Hukum Diminta Turun Lakukan Penyidikan Jembatan Bialo

Kabid PTKP HMI Cabang Bulukumba, Baso Riswandi

Kabid PTKP HMI Cabang Bulukumba, Baso Riswandi

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba menilai proyek pembangunan jembatan Bialo yang telah menghabiskan anggaran milyaran rupiah hanya di kerja asal-asalan. Pasalnya beberapa titik tersebut ambruk sebelum rampung.

“Sebagai generasi muda saya sangat menyayangkan pihak kontraktor yang terkesan asal-asalan dalam melakukan pekerjaan jembatan Bialo,” kata Kabid PTKP HMI Cabang Bulukumba, Baso Riswandi, kepada Kumanika.com, Kamis 11 Februari 2021.

Dia mengatakan. Ambruknya beberapa sisi jembatan dianggap tidak lepas dari kesalahan kerja pihak kontraktor. Sehingga penyelidikan harus dilakukan oleh pihak berwajib.

“Kami minta kepada pihak berwajib agar melakukan penyeledikan  pekerjaan jembatan yang telah menelan banyak anggaran,” ungkapnya

Baca Juga:  Tersangka Dugaan Korupsi Ikut di Lantik Sebagai Anggota DPRD Bulukumba 

Baso juga berharap agar pembangunan tahap selanjutnya tidak dilanjutkan lantaran kontruksi bangunan pada pondasi yang telah retak.

“Jangan dipaksakan untuk dilanjutkan, selesaikan dulu yang retak ini, inikan jelas Pemerintah Daerah telah mengalami kerugian yang besar, apa lagi pembangunan tahap lanjutannya terkesan dipacu dan memberikan kesan ada yg tidak beres”, tegasnya

Selain itu, dia juga berharap agar DPRD Bulukumba untuk terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan jembatan itu.

“Jembatan Bialo ini sangat penting dan akan menjadi Icon Baru di Butta Panrita Lopi. Maka persoalan ini mesti disikapi dengan cepat dan tepat. jangan sampai kontraktor hanya mementingkan keuntungan saja sehingga terkesan tidak becus mengurusi pekerjaan jembatan tersebut”, ujar Baso.

Baca Juga:  Anggaran Makan Minum RSUD, Pengembalian Tidak Menghentikan Proses Hukum

iketahui, pengerjaan Jembatan Bialo ini telah melalui beberapa tahap anggaran. Tahap pertama dialokasikan, sebesar Rp10,5 miliar dan tahap kedua dialokasikan sebesar Rp9 miliar.

Selanjutnya, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran tahap ketiga sebesar Rp6 miliar lebih dan ditahap keempat. Pemerintah mengajukan Rp27 miliar namun hanya mendapat alokasi sebesar Rp22 miliar untuk lanjutan pengerjaan.

Hanya saja, dalam proses pelaksanaan tahap pertama. Pengerjaan jembatan yang diproyeksi menjadi icon baru Bulukumba dianggap bermasalah dan diusut pihak penegak hukum.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

HUKUM

Kasus Bansos Covid-19 Bulukumba Tutup Buku

HUKUM

Oknum Polisi yang Tertangkap Narkoba di Bulukumba Sudah 2 Tahun Disersi

HUKUM

Soal Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19 Bulukumba, Pemerhati Hukum: Bisa Diproses Lanjut
Suruh Cabut Gelar Kebangsawanan, Pernyataan NA Usik Keluarga Besar Andi Makassau di Jeneponto

HUKUM

Suruh Cabut Gelar Kebangsawanan, Pernyataan NA Usik Keluarga Besar Andi Makassau di Jeneponto

HUKUM

Kasus Korupsi Kapal Nelayan Akhirnya Disidangkan Setelah Mandek Bertahun-tahun

HUKUM

KPK OTT Bupati Kutai Timur dan Kepala Bappeda di Jakarta

HUKUM

Polisi Tangkap Pemilik Sabu Senilai Rp 2,5 juta di Bulukumba

HUKUM

Seorang Pelajar Diduga di Pukul Oleh Oknum ASN Lapas Bulukumba