Pemkab Bantaeng Kerjasama BBIHP Gelar Business Matching IBT

Pemkab Bantaeng Kerjasama BBIHP Gelar Business Matching IBT

BANTAENG, KUMANIKA.com– Bupati Bantaeng, H. Ilham Azikin didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Bantaeng, A. Irvandi Langgara, membuka secara resmi Business Matching Inkubator Bisnis Teknologi Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (IBT BBHIP), untuk program Start Up Inovasi Indonesia (SII) BRIN Tahun 2021, Selasa (26/10/2021).

Bertema “Inkubasi Bisnis Teknologi Produk Gula Aren untuk Optimalisasi Potensi Daerah Kabupaten Bantaeng”, pembukaan tersebut digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng.

IBT BBIHP adalah inkubator bisnis teknologi, berada di bawah Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, yang didirikan pada 11 Agustus 2014.

Kepala BBIHP, Setia Diarta, menyampaikan jika pelaksanaan Business Matching ini adalah salah satu implementasi konkrit tindak lanjut, sekaligus mengisi Nota Kesepahaman atau MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng yang telah ditandangani pada awal tahun 2021.

Baca Juga:  Ramah Tamah dengan Ketua Pengadilan Negeri, Bupati Bantaeng Haturkan Terima Kasih

“Pemilihan Kabupaten Bantaeng sebagai tempat pelaksanaan Business Matching didasarkan pada hasil review, dari Tim Reviewer Program Start Up Inovasi Indonesia (SII) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan Tim Inkubator BBIHP pada kegiatan Workshop Penyusunan Anggaran Program SII Tahun 2021. Dengan pertimbangan bahwa, Kabupaten Bantaeng telah dikenal dan menjadi salah satu daerah penghasil gula aren terbesar, yang produksinya dipasarkan di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan”, ujar Setia Diarta.

Bupati Bantaeng, dalam sambutannya, mengatakan jika salah satu upaya Pemkab adalah dengan mencari peluang kerjasama dengan berbagai pihak. Di antaranya dukungan Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Makassar, serta pihak lain, dalam rangka peningkatan juga pengembangan usaha untuk kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itu, harapan kami kerjasama ini dapat berlanjut dan semakin baik untuk memberi dukungan, dan supporting, bagi perkembangan dan kemajuan UKM di daerah Kabupaten Bantaeng,” kata Bupati.

Baca Juga:  Dinas Pariwisata Bulukumba Kembali Gelar Pelatihan K3 Destinasi Wisata

Pada Program Startup Inovasi Indonesia (SII) Tahun 2021 ini, IBT BBIHP mengusulkan Tenant Sirup Aren Canningrara dari CV. Canning Rara Pagolla, untuk diberikan fasilitas rumah produksi seluas 4 x 10 meter kubik, mesin evaporator vakum kapasitas 50 L, mesin pengisi cairan PPF – 500, tangki penyimpanan SS, refractometer brix 45.0 to 93.0% brix, bahan baku, serta promosi dan pemasaran dengan total lebih Rp.200 juta.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat proses produksi. Selainitu, mereka juga telah menerapkan sistem CPPOB, sehingga pengolahan semua hasil sadap nira aren dapat dioptimalkan menjadi produk gula aren, yang memiliki nilai tambah dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) ke depan.

Melihat perkembangan tersebut, Pemkab Bantaeng optimis jika bukan tidak mungkin di masa depan, Kabupaten Bantaeng bisa dikenal dan dibranding menjadi kota yang menghasilkan teknologi dan inovasi, serta temuan-temuan produk baru berbasis Gula Aren.(*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template