Pemindahan Bongkar Muat Pasar Cekkeng Dianggap Cara Tingkatkan PAD Retribusi

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Pemindahan aktivitas bongkar muat dari Pasar Tradisonal Cekkeng ke Pasar Sentral Bulukumba sejak 1 Maret 2021 menimbulkan pro dan kontra diantara pedagang pasar.

Keputusan pemidahan yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melalui Kepala Disperindag Bulukumba, Munthasir Nawir, ini disebut tanpa sepengetahuan Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf.

Hal tersebut dibantah Munthazir Nawir. Ia menegaskan jika pemindahan para pedagang tersebut telah mendapat persetujuan Bupati Bulukumba untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi bongkar barang.

Baca Juga:  Pembongkaran Median Jalan Atas Permintaan Pemilik SPBU Ratulangi

“Jadi kalau disebut tidak ada persetujuan Bupati itu tidak benar. Kami sudah berkoordinasi dan beliau (Bupati) sangat mendukung apa yang kami usulkan asalkan berjalan aman dan tertib,” terangnya.

Selain persetujuan Bupati, Muntazir menyebutkan bahwa hal ini juga melalui sosialiasi persetujuan para pedagang pasar (bongkar barang). Dimana para pelaku bongkar muat setuju dengan usulan pemindahan tersebut.

“Sebelum mengambil kebijakan, Kami sudah surati semua pedagang dan mereka sepakat untuk dipindahkan. Tentu ini tidak sertamerta dilakukan pemindagan,” tambahnya.

Baca Juga:  Ratusan Kades di Bulukumba Seruduk DPRD, Tolak Pansus BLT-DD Dampak Covid-19

Adanya penolakan atas kebijakan Disperindag tersebut. Munthazir menilai jika hal itu dilakukan oleh pihak merasa terganggung dengan zona nyaman yang mereka dapatkan selama ini.

Munthazir mengaku dilema dengan hal tersebut. Hanya saja disisi lain pemindahan itu perlu dilakukan agar penataan bongkar muat yang terjadi tidak menimbulkan kemacetan.

“Kondisi begini bikin dilematis memang, tapi ini kami lakukan karena di pasar Cekkeng itu semrawut dan melalui pemindahan ini kita bisa maksimalkan PAD Retribusi agar bisa capai target,” pungkasnya.

Reporter: NDA

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template