Home / DAERAH / NEWS

Rabu, 1 Juli 2020 - 18:58 WIB

Pemerintah Ungkap Kelangkaan Pupuk di Bulukumba Karena Subsidi Menurun

Gudang Pupuk [ILS]

Gudang Pupuk [ILS]

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Pemerintah kabupaten Bulukumba, melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan merespon maraknya informasi yang beredar terkait kelangkaan pupuk utamanya yang bersubsidi banyak dikeluhkan petani.

Akibat kelangkaan pupuk ini, tak sedikit patani mengaku terancam gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Emil Yusri mengungkapkan salah satu faktor kelangkaan pupuk dikarenakan pemberian kuota pupuk subsidi untuk Kabupaten Bulukumba pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 26% jika dibandingkan pada tahun 2019 lalu.

“Tahun 2019 kuota pupuk subsidi secara total sebanyak 20.252 ton sementara pada tahun 2020 ini sebanyak 15.320 ton. Penurunan kuota pupuk subsidi ini bukan hanya terjadi di wilayah Bulukumba namun terjadi hampir disemua daerah,” bebernya, Rabu 1 Juli 2020.

Baca Juga:  Insiden Laka Truk VS Honda HRV di Bulukumba, Kuasa Hukum Komunitas Truk: Kami yang Ditabrak

Alokasi pupuk untuk daerah lanjut Emil, diberikan sesuai dengan e-RDKK yang diajukan. Sementara e-RDKK pupuk bersubsidi untuk tahun 2020  yang terinput pada server Kementerian pertanian mengalami peningkatan luas tanam dari 65.337.39 ha pada tahun 2019 menjadi 78.060.55 ha di tahun 2020 sehingga berpengaruh pada kebutuhan pupuk bersubsidi.

Jumlah kebutuhan pupuk pada tahun 2019 total sebanyak 44.850 ton dengan rincian, Urea 13.289,5 ton, Sp36 5.315,5 Ton,
ZA 3.074 Ton,
NPK 9.861,2 Ton, dan Organik 13.310.4 Ton. Sementara tahun 2020 meningkat dengan total sebanyak 52.884 ton  dengan rincian Urea 16.330 Ton, SP36 6.483 ton, NPK 11.763 Ton, ZA 4.130 ton dan organik 14.178 ton.

Baca Juga:  Diduga Lakukan Penganiayaan, Oknum Pengacara di Bulukumba Dipolisikan

Hal ini jika dibandingkan dengan sasaran luas tanam tahun 2020 kebutuhan pupuk ditingkat petani secara total sebanyak 52.884 ton sementara kuota pupuk bersubsidi yang diberikan hanya sebanyak 15.320 ton, tentu tidak seimbang.

“Kuota 15.320 ton inilah yang akan dibagi 10 Kecamatan di Bulukumba sesuai perhitungan secara persentase berdasarkan e-RDKK yang telah dilakukan petani,” jalas Emil.

Share :

Baca Juga

NEWS

Bupati Bulukumba Turunkan Alat Berat PT Amaly Tangani Jembatan Desa Tamaona

NEWS

Polemik Pembongkaran Pagar Pasar Tanete, DPRD Bulukumba Terima Aspirasi Warga

DAERAH

Melintas di Bantaeng, Pengendara Dapat Swab Antigen Gratis

DAERAH

Bupati Bantaeng Laksanakan Sholat Idul Adha di Sinoa

DAERAH

Videonya Viral, Polisi Cari Perempuan Berdaster Merah yang Joget di Lampu Merah Bulukumba

DAERAH

Evi Masamba Jual Mobil Alphard Bantu Warga Luwu Utara

DAERAH

Bupati Bantaeng Bersama Forkopimda Ikut Peringati Puncak HUT Sulsel ke-351 Tahun

NEWS

Dorong Pengembangan Pertanian, Bupati dan Wabup Bulukumba Temui Mentan SYL