Home / DAERAH / HEADLINE / NEWS

Kamis, 24 September 2020 - 21:11 WIB

Pemberhentian Sepihak Petugas Posyandu di Bulukumba Diduga Karena Imbas Pilkades

Ilustrasi Posyandu

Ilustrasi Posyandu

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Pemberhentian tiga orang petugas posyandu Dusun Batukaropa, Desa Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, diduga lantaran imbas pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkapkan salah satu kader posyandu yang diberhentikan, Nurfaidah (32). Ia mengatakan dirinya bersama dengan dua orang rekannya bukan merupakan pendukung kepala desa terpilih sehingga diberhentikan tanpa alasan.

“Bagaimana tidak, ini yang gantikan tiga orang adalah titipan pak desa. Tiga orang ini adalah peluncur kepala desa waktu Pilkades, padahal kami sudah dijanji SK sejak tahun 2019 lalu tapi sampai saat ini kami tidak diberikan,” ucap Nurfaidah ketika dikonfirmasi awak media, Kamis (24/9/2020).

Dari pemberhentian tersebut, Pemerintah Desa Batukaropa tidak melihat masa aktif tiga kader posyandu. Bahkan satu diantara tiga orang ini telah mengabdi selama 10 tahun. Dua diantaranya mengabdi kurang lebih 2 hingga tiga tahun.

“Saya sudah 3 tahun, Humrah (49) sudah 10 tahun dan Hadija (43) mengabdi dua tahun sebagai kader posyandu Dusun Batukaropa selama ini,” jelasnya.

Selain itu, upah yang diterima setiap kader posyandu Dusun Batukaropa diterima pertriwulan. Sekali pertemuan dalam sebulan sebesar Rp 100.000 ribu. Padahal kader posyandu desa lain sejak tahun 2019 lalu sudah menjadi Rp 150.000 ribu.

Baca Juga:  Harapan Pembuat Kapal Pinisi Peringati HUT Bulukumba ke-61

“Upahnya itu baru naik setelah kami sempat pertanyakan. Karena kami dapat bocoran dari desa lain jika upahnya itu sudah naik Rp150 ribu. Baru dua bulan kami terima Rp150 ribu karena sistem pembayaran dilakukan pertriwulan,” ungkap Nurfaidah.

Nurfaidah menjelaskan setiap kegiatan posyandu selama berkegiatan, dirinya dan rekannya selalu hadir (aktif). Tak satupun kegiatan ditinggalkan tanpa konfirmasi. Belum lagi program-program kerja posyandu yang telah disusun olehnya.

“Kami ini selaku kader posyandu masing-masing memiliki tugas perkegiatan. Kalau kami diberhentikan mana surat pemberhentian itu karena kami tahu jika kami ini sudah di SK-kan hanya saja SKnya tak mau diberikan oleh pemerintah desa,” terang dia.

Sementara, Ketua Posyandu Dusun Batukaropa, Husdirawati, mengatakan dirinya tidak mengetahui pemberhentian tiga kader posyandu Dusun Batukaropa tersebut.

“Saya tidak tahu juga soal itu diberhentikan atau tidak. Karena tidak ada penyampaiannya juga sama saya. Kalau setiap kegiatan rajin semua,” singkatnya.

Baca Juga:  Debit Air Berkurang, 5 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

Kepala Desa Batukaropa, Ambo Sakka, mengatakan dirinya tidak tahu menahu persoalan pemberhentian tiga kader posyandu Dusun Batukaropa itu.

“Siapa yang berhentikan, tidak saya tahu itu. Nah kemarin ada semua dan siapa kadernya yang diberhentikan,” kata Ambo Sakka.

Meski demikian, Ambo Sakka berdalih jika setiap posyandu memiliki ketua, wakil ketua, sekretaris. Bahkan setiap posyandu memiliki penilian sendiri.

“Siapa tahu saat gajian baru datang, karena itu salah satu penilain tersendiri dari ketua, rata-rata kader itu terima gaji baru datang. Nah itu ketuanya tidak mau kalau begitu yang penting mau kerja,” katanya.

Ambo Sakka juga meminta setiap kader posyandu yang rajin tidak dikeluarkan. Sementara besaran upah diterima setiap kader posyandu, dia tak mengetahui hanya saja dirinya menjelaskan jika pembayaran upah bersumber dari dana desa.

“Saya tidak urusi yang begitunya karena saya sudah minta kader yang rajin jangan dikeluarkan. Pembayaran upah itu dilakukan triwulan, cuma yang hafal bendahara desa bersaran yang diterima,” tutup Ambo Sakka.

 

REPORTER: Alfareza

Share :

Baca Juga

DAERAH

Ilham Azikin Paparkan Penerapan SAKIP dan RB Bantaeng

DAERAH

Himbau Prokes, Bhabinkamtibmas Polsek Herlang Door to Door ke Rumah Warga

NEWS

Kejaksaan Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi di Bulukumba

HEADLINE

Sidang Korupsi Bersitegang, Ketua Majelis Hakim Desak JPU Hadirkan Bupati Bulukumba

HEADLINE

Pengambilan Jenazah Positif Covid-19, Oknum Anggota DPRD Makassar Dibidik

NEWS

Tak Ada Kerumunan Perayaan Natal dan Tahun Baru di Bulukumba

DAERAH

Usungan PAN Belum Kemanapun, Zulkarnain Pangki Sebut Masih Pegang Kendali

DAERAH

Terlibat Narkoba, Pria Bercambang di Bulukumba Tertangkap Polisi