Home / NEWS

Kamis, 3 Juni 2021 - 13:09 WIB

Pembangunan Jembatan Bialo Dihentikan, Rekanan Keluhkan Sikap Pemkab

Jembatan Bialo

Jembatan Bialo

BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba menghentikan pembangunan Jembatan Bialo tahap ke empat yang menelan anggaran Rp 22 miliar lebih tersebut. Penghentian dilakukan dengan alasan tengah berproses hukum.

Padahal pada awal tahun 2021, Pemkab Bulukumba melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan jasa telah menetapkan pemenang tender, serta sudah melakukan penandatanganan kontrak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bulukumba, Rudy Ramlan yang dikonfirmasi mengaku, saat ini anggaran masih dipegang pihaknya. Meski telah ada pemenang tender dan kontrak yang telah ditandatangani oleh PT Gunung Raya Bulukumba.

“Kepolisian melalui Polda Sulsel tengah menyelidiki bangunannya, kita memberi waktu kepolisian untuk mengusut,” kata Rudy Ramlan, Kamis, 3 Juni 2021.

Baca Juga:  Dispar Bulukumba Kukuhkan Pokdarwis Bulu Padido Desa Tamatto

Rudy mengaku tak ingin salah langkah, meski anggarannya itu dalam posisi kontrak. Namun untuk proses pencairan pihaknya tidak berani untuk melakukan hingga mendapat petunjuk lebih lanjut.

“Jangan sampai persoalan lain muncul jika terlalu cepat mencairkan,” kata Rudy Ramlan.

Sehingga dirinya berencanan, akan melakukan recofushing pada anggaran jembatan yang akan menghubungkan Kampong Nipa ke Jalan Menara, Bulukumba tersebut.

Hingga saat ini, Rudy Ramlan mengaku, jika Jembatan Bialo telah menelan anggaran puluhan miliar. Dimana tahap awal di 2017 diangggarkan Rp 10,7 Miliar untuk pondasinya saja. Dan terus berlanjut setiap tahunya dianggarakan.

Kuasa Pelaksana PT Gunung Raya Bulukumba, H Toni Arsyad yang dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan proses lelang oleh beberapa pihak. Hanya saja, seharusnya tidak menganggu proses pembangunan pasalnya telah ada kontrak.

Baca Juga:  Polres Bulukumba Himbau Personel Perketat Pengamanan Pasca Bom Makassar

“Seharusnya pemerintah menghormati kontrak yang telah ada, maksudnya pengguna anggaran disini, karenakan kontrak ini prodak hukum,” kata H Toni.

Dalam proses lelang, PT Gunung Raya Bulukumba, menurutnya sesuaui dengan proses hukum, dimana 10 peserta lelang. Dirinya yang menjadi pemenang karena menjadi penawar terendah.

Dari pagu sebesar Rp 23 miliar, PT Gunung Raya Bulukumba mengajukan penawaran sebesar Rp 22,878.000.000.

“Tahap 4 pengerjaanya untuk pembagunan rangka baja jembatan, rangka itukan perlu proses 5-6 bulan pemesananya, tapi kitakan perlu dana, dan salah satunya kita harapkan adalah uang muka,”kata Tony.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

NEWS

Kembali Kepung DPRD Bulukumba, Massa Desak Dewan Kompak Tolak UU Cipta Kerja

NEWS

Pemberhentian Sepihak Petugas Posyandu di Bulukumba Diduga Karena Imbas Pilkades

NEWS

Bantaeng Jadi Titik Pertama Distribusi 800 Paket Ikan Beku

NEWS

Oknum Polisi di Bulukumba Diamankan, Diduga Terlibat Narkoba

NEWS

4 Jenis Olahraga Agar Tubuh Tetap Bugar Saat Puasa

NEWS

Bukan Dinas Perikanan, Limbah Tambak Udang Domain Lingkungan Hidup

NEWS

Lakukan Pengembalian, Polisi Tetap Usut Anggaran Makan Minum RSUD Bulukumba

NEWS

Ahmad Akbar Harap HUT Bulukumba ke-61 Jadi Momentum Menjaga Kekompakan