Pelayanan Puskesmas Salassae Ditutup, 12 Orang Positif Covid-19

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Pelayanan kesehatan di beberapa desa di Kecamatan Bulukumpa harus terhenti lantaran Puskesmas Salassae ditutup mulai Kamis, 28 Januari hingga Kamis, 11 Fabruari 2021 kedepan.

Penutupan layanan kesehatan yang mencakup empat desa seperti, Desa Bulo-bulo, Desa Jojjolo, Bonto Mangiring, dan Desa Salassae sendiri. Lantaran sejumlah tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan surat edaran yang ditandatangi Kepala UPT Puskesmas Salassae, Muhammad Aksar. Pelayanan kesehatan di empat desa itu dialihkan ke Puskesmas Tanete dan Puskemas Bontobangun.

Kepala UPT Puskesmas Salassae, Muhammad Aksar yang dikonfirmasi membenarkan penghentian pelayanan sementara waktu karena sejumlah tenaga kesehatan dinyatakan terpapar Covid-19.

Ia menuturkan jika penghentian pelayanan kesehatan dilakukan setelah pihaknya melakukan tes swab kepada seluruh staf yang melakukan interaksi langsung dengan salah satu anak dokter yang menjalani perawatan di rumah sakit Kota Makassar.

Baca Juga:  Bupati Minta Kapus Lakukan Grebek Covid-19

“Salah seorang anak dokter positif terpapar covid-19 yang sementara dirawat di Makassar. Penutupan sementara waktu dilakukan berdasarkan instruksi Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Aksar, 17 orang staf yang ada telah melakukan kontak dan interaksi langsung dengan anak dokter tersebut. Dari hasil swab yang dilakukan, 11 orang staf dinyatakan positif dan 5 negatif.

Sedangkan satu orang lainnya menjalani swab di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Dg Radja karena lebih dulu menjalani rawat inap dengan penyakit lainnya, namun swabnya dinyatakan psoitif.

Baca Juga:  Sejumlah Mesjid di Bulukumba Siapkan Penerapan Prokes Jelang Ramadhan

“Jadi ada 16 yang kita swab di Puskemas dan dinyatakan positif itu 11 orang. Sedangkan 1 orang swabnya di RSUD, karena sebelumnya ia dirawat inap dengan penyakit lain dan dinyatakan positif,” bebernya.

Sementara itu, untuk tindakan lebih lanjut. Aksar mengaku masih menunggu arahan dari Dinas Kesehatan Bulukumba sebagai atasan.

“Untuk tindakan lebih lanjut, kami tetap menunggu arahan dari Dinas Kesehatan Bulukumba sebagai OPD yang menaungi PKM,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr Wahyuni yang dikonfirmasi soal penutupan Puskesmas Salassar, memilih bungkam. Pesan singkat dan telepon yang dihubungi tidak memberikan respon.

Reporter: NDA

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template