Home / NEWS

Minggu, 30 Agustus 2020 - 17:46 WIB

Pekerja Konstruksi Buka-Bukaan Dalam Proyek Rehabilitasi Bagunan Sekolah Beranggaran Setengah Miliar

Proyek rehabilitasi SMP N 7 Bulukumba

Proyek rehabilitasi SMP N 7 Bulukumba

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Polemik pada proyek rehabilitasi bagunan sekolah di SMP Negeri 7 Bulukumba Sulawesi Selatan berlanjut. Pekerja konstruksi, Jusman yang sebelumnya mengaku ditipu kepala sekolah, Andi Nurwina Pangki tersebut kembali angkat suara.

Bahkan Jusman buka-bukaan pada proyek Dana Alokasi Khusus senilai Rp.670 juta atau setengah miliar lebih itu.

Sebelumnya juga, kepala sekolah SMP negeri 7 Bulukumba, yang berlokasi di Desa Bontoraja, kecamatan Gantarang, Andi Nurwina Pangki telah membantah tudingan yang menyebut dirinya menipu Jusman.

Baca Berita Terkait: Disebut Menipu oleh Pekerja Konstruksi, Begini Klarifikasi Kepsek SMPN 7 Bulukumba

Terkait bantahan dari pihak Kepala Sekolah, Jusman mengaku siap jika harus dipertemukan dengan kepala sekolah tersebut untuk mengungkapkan temuannya.

“Dari pada berpolemik, saya siap dipertemukan dengan kepala sekolah di mana saja. Saya siap buka-bukaan. Nanti kita lihat siapa yang benar,” kata Jusman kepada Kumanika.com, Minggu (30/8/2020).

Jusman menambahkan, terkait pekerjaan yang telah dilakukan dan dianggap tidak sesuai standar, Jusman mengaku tidak tahu standar yang dimaksud seperti apa.

Baca Juga:  Merasa Ditipu, Pekerja Konstruksi Sekolah Anggaran Rp540 Juta Minta Dinas Pendidikan Bulukumba Turun Tangan

“Kalau bicara standar, saya tidak tahu standar apa. Itu proyek saya kerja berdasarkan permintaan kepala sekolah. Dari awal dia hanya mengatakan ini proyek kekeluargaan,” tambahnya.

Jusman bahkan sebelum memulai pekerjaan, mengaku sudah meminta RAB proyek tersebut tapi tidak diberikan. Bahkan, sudah membuat perjanjian kerja, tapi tidak mau ditandatangani oleh kepala sekolah.

“Sebenarnya dari awal saya minta RABnya, karena biasanya proyek begitu memang ada syaratnya. Tapi lagi-lagi alasannya saya disuruh kerja saja secara kekeluargaan. Karena saya hanya tukang, yah saya kerja saja sesuai maunya,” jelasnya.

“Jadi kalau sekarang bicara soal proyek tidak sesuai standar, saya bingung standar apa yang mau saya ikuti. Perjanjian kerja yang saya tawarkan juga tidak mau ditandatangani,” jelasnya lagi.

Selain itu, Jusman juga mengaku pernah meminta agar kepala sekolah saja yang buat perjanjian kerjasama, tapi itu juga tidak dilakukan oleh kepala sekolah.

Baca Juga:  Maksimalkan Layanan Air Bersih, Bupati Bantaeng Resmikan Sarana Air Minum PAMSIMAS

“Saya juga sudah minta agar dia saja yang buat perjanjian kerjasama secara tertulis. Awalnya dia mengiyakan, tapi lama-lama tidak ada juga dia bikin, bahkan sampai sekarang tidak ada,” ujarnya.

Soal dikatakan menutup komunikasi, Jusman juga membantah hal itu. Jusman mengaku, jika sampai beberapa hari yang lalu dia masih berusaha menghubungi kepala sekolah tersebut.

“Begini saja, saya siap ketemu dengan ibu kepala sekolah. Biar jelas siapa yang menutup komunikasi. Masa saya yang merasa dirugikan justru tidak mau dihubungi? Logikanya dimana?,” urai Jusman.

Jusman menegaskan, tidak akan berhenti sampai haknya dipenuhi. “Saya tetap akan menuntut apa yang menjadi hak saya dan pekerja saya,” tutupnya.

Baca Berita Awal: Merasa Ditipu, Pekerja Konstruksi Sekolah Anggaran Rp540 Juta Minta Dinas Pendidikan Bulukumba Turun Tangan

EDITOR: Arnas Amdas

Share :

Baca Juga

NEWS

Angin Kencang Robohkan Tiang Listrik di Teko

NEWS

Bantaeng Banjir, Pemkab: Bulukumba Masih Aman

NEWS

Bantuan Modal Usaha Bantaeng Tekan Angka Pengangguran di Dusun

NEWS

Pemkab Bantaeng Raih Tiga Penghargaan di HARGANAS ke-28

NEWS

Kopel: Kasus Kematian Ibu dan Anak Perpanjang Catatan Buruk RSUD Bulukumba

NEWS

Pemkab Bantaeng Poles Air Terjun Bissappu, Siapkan Rp2 Miliar Tahun ini

NEWS

Banjir Bandang Bantaeng Meregang Nyawa Seorang Remaja

NEWS

KKB Laporkan Data Rumah Warga Bulukumba di Mamuju yang Terdampak Bencana