Home / HEADLINE / HUKUM

Rabu, 31 Maret 2021 - 17:27 WIB

Pejabatnya Jadi Tersangka Korupsi, Bupati: Biarkan Penegak Hukum Membuktikan

Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf

Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Penetapan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulukumba, Andi Ade Ariadi, sebagai tersangka cukup menarik perhatian masyarakat Kabupaten Bulukumba.

Tak terkecuali Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf yang turut prihatin dengan apa yang dialami bawahanya itu. Meski dirinya mengaku tak bisa berbuat apa-apa atas kejadian tersebut.

“Saya pikir saya tidak bisa berbuat apa-apa karena ini dilakukan sebelum saya menjabat,” katanya usai menghadiri penyerahan LKPJ tahun 2020 dan tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di DPRD Bulukumba, Selasa (30/3/2021) malam.

Baca Juga:  Nurdin Abdullah Ditetapkan Tersangka, PKS Bulukumba: Kader PKS Bisa Ikut Bertarung di Pilgub 2024

Muchtar Ali Yusuf yang akrab disapa Andi Utta, mengaku tidak dapat berkomentar banyak atas penetapan Andi Ade sebagai tersangka. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian sesuai proses hukum yang berlaku.

“Saya kira ada proses hukum, apakah keterlibatannya cukup bukti atau tidak. Nanti diproses persidangan apakah terbukti atau tidak,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba menetapkan Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan, Ernawati sebagai tersangka atas dugaan korupsi bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan.

Baca Juga:  Kantor SMS Finance di Bulukumba Disegel Sopir Truk

Tidak sampai disitu, setelah menetapkan Ernawati. Penyidik juga menetapkan Kepala BKPSDM Bulukumba, Andi Ade Ariadi sebagai tersangka bersama dengan Bendahara pengeluaran BOK Dinas Kesehatan, Irna Angriana dan sopir Dinas Kesehatan, Eko Hindariono.

Andi Ade ditetapkan sebagai tersangka atas perannya sebagai Pengguna Anggaran (PA) saat dirinya menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Dinas Kesehatan Bulukumba tahun 2019.

Keempat tersangka diduga kuat berperan atas kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp13,4 miliar berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

DAERAH

Dari 76 Total Kasus Positif Covid-19 di Bantaeng, Sudah 17 Orang yang Sembuh

HEADLINE

Ini Info Jadwal, Syarat dan Cara Mendaftar CPNS 2021

DAERAH

Mendekati Pilkada, 5 Kasus Baru Positif Covid-19 Ditemukan di Bulukumba

DAERAH

Korupsi BOK Dinkes Bulukumba: Dewan Segera Terbitkan Laporan ke KPK

HUKUM

Kasus Penganiayaan Berat Paling Menonjol di Bulukumba

DAERAH

Pansus Anggaran Covid-19 Bulukumba Terbentuk, Wabup: Output & Muaranya Harus Jelas

DAERAH

Penularan Corona Makin Mengkhawatirkan, 2 Pasien Positif Bulukumba Dikabarkan Meninggal

DAERAH

Sehari Pasca Lebaran, Pemerintah Umumkan Dua Kasus Baru Positif Covid-19 di Bulukumba
error: Content is protected !!