Home / KABAR PARLEMEN

Senin, 29 Juni 2020 - 18:53 WIB

PDIP Bulukumba Ikut Laporkan Insiden Pembakaran Bendera

PDIP Bulukumba Ikut Laporkan Insiden Pembakaran Bendera ke Polres Bulukumba, Senin (29/6/2020).

PDIP Bulukumba Ikut Laporkan Insiden Pembakaran Bendera ke Polres Bulukumba, Senin (29/6/2020).

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bulukumba mendatangi Mapolres Bulukumba, Senin (29/06/2020), kedatangan rombongan pengurus PDIP Bulukumba tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait dinamika politik saat ini.

Namun terkhusus, melaporkan insiden pembakaran Bendera PDIP saat aksi penolakan RUU HIP di depan Gedung DPR/MPR, Rabu, (24/6/2020) lalu.

Baca Juga:  Ranperda Baru Diharapkan Mampu Perbaiki Sistem Pendidikan di Bulukumba

Zulkifli Saiye yang merupakan Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PDIP Bulukumba menegaskan, bahwa Bendera Partai merupakan lambang yang harus dijaga kehormatannya. “Kami khusus meminta kepolisian untuk mengusut, menangkap dan memproses secara hukum pelaku pembakaran Bendera Partai kami,” tegasnya.

Baca Juga:  Dishub Bongkar Aset Pemerintah, DPRD Ragukan 'We Love Bulukumba'

Turut hadir dalam penyampaian aspirasi dan pelaporan, yaitu Sekretraris, Wakil Ketua Organisasi, Ketua TMP, Ketua PAC dan Anggota DPRD PDI Perjuangan, yang diterima langsung oleh Wakapolres Bulukumba.

Share :

Baca Juga

KABAR PARLEMEN

Ketua Harian Golkar Bulukumba: Ada yang Mengaku PLT Mau Ambil Paksa Golkar

KABAR PARLEMEN

Klaim dan Fakta Para Kandidat Paslon Pilkada Bulukumba

KABAR PARLEMEN

Tatap Muka Warga Ujung Loe, HM21: Kami Ingin Dikenal Bukan Hanya di Baliho

KABAR PARLEMEN

Komisi A DPRD Bulukumba Dorong OPD Rampungkan Target

KABAR PARLEMEN

KASN Temukan Pelanggaran pada Mutasi Pejabat di Pemkab Bulukumba

KABAR PARLEMEN

Dinilai Terlalu Banyak, Fraksi PAN Minta Pemkab Bulukumba Rampingkan OPD

KABAR PARLEMEN

Meski Digerayangi Kasus Korupsi, Fraksi Demokrasi Indonesia Sebut Kinerja Pemkab Bulukumba di 2019 Cukup Baik

KABAR PARLEMEN

Pasca Bocor Dukungan ke Kacamatayya, Kini Beredar Kelompok ASN Diduga Pro Harapan Baru