Pasca Bocor Dukungan ke Kacamatayya, Kini Beredar Kelompok ASN Diduga Pro Harapan Baru

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Kembali beredar di salah satu platform Sosial Media (Sosmed), sekelompok Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bulukumba tergabung di grub Whatsapp “Pro Harapan Baru 2020” setelah beberapa waktu lalu terdapat kelompok ASN lainnya di grub “The Real Kacamatayya”.

Harapan Baru sendiri merupakan tagline salah satu kandidat di Pilkada Bulukumba, yakni Andi Muchtar Yusuf-Andi Edy Manaf. Sementara Kacamatayya diketahui tagline dari pasangan Tomy Satria-Andi Makkasau.

Informasi tersebut dikirimkan akun @yudi di grub Whatsapp “Bulukumba Accarita” dengan foto tangkapan grub “Pro Harapan Baru 2020”.

Dalam grub tersebut, nampak sejumlah anggota grub yang diduga merupakan nama ASN yang bertugas di Kabupaten Bulukumba.

Sebelumnya dikabarkan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bulukumba bakal menelusuri dugaan kongsi-kongsi uang dari beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bulukumba.

Baca Juga:  Diduga Kampanyekan Wakilnya di Pilkada, Bupati Bulukumba Dilaporkan ke Bawaslu

Dugaan tersebut lantaran beredarnya di sosial media dalam bentuk foto percakapan WhatsApp beberapa pejabat dan ASN di Kabupaten Bulukumba.

Tangkapan layar tersebut mulai beredar di dunia maya pada Rabu (18/11/2020) malam. Mereka tergabung dalam sebuah grup WhatsApp bernama “The Real Kacamatayya”.

Seperti diketahui, Kacamatayya sendiri merupakan salah satu tagline pasangan calon (Paslon) pada Pilkada Bulukumba 2020 nomor urut 3 (tiga), Tomy Satria Yulianto-Andi Makkasau.

Hal tersebut semakin dikuatkan dengan bergabungnya pula Tomy Satria dalam grup tersebut.

Salah satu percakapan dalam grup tersebut yang beredar adalah ‘kongsi-kongsi’ uang untuk mendanai paslon dalam kegiatan kampanye.

Hal itu dikuatkan dengan adanya tangkapan layar yang menulis rencana sumbangan digunakan sosialisasi Kacamatayya, pada 15 Agsustus 2020 lalu.

Baca Juga:  Duh! Dewan Kembali Temukan Dana Jampersal Dinkes Bulukumba Belum Terbayarkan ke Beberapa Puskesmas

“Sehubungan dengan kegiatan Kacamatayya pada 15 Agustus 2020 maka sesuai dengan hasil rapat tadi dimohon kiranya kepada sahabat yang ada di grup ini untuk menyisihkan rezekinya sebesar 500rb per orang untuk disetor kepada @Gafur Kominfo atau Ibu Hj Buqroh..” isi tangkapan layar itu.

Komisioner Bawaslu Bulukumba, Abdul Rahman, mengaku, postingan tersebut telah menjadi dasar untuk Bawaslu menelusuri kasus itu.

“Iya sementara kami pelajari dan kemungkinan akan kami jadikan informasi awal untuk dilakukan penelusuran,” kata Abdul Rahman, Jumat (20/11/2020).

Hingga saat ini, tambah Rahman, belum ada laporan yang masuk terkait dugaan pelanggaran tersebut. Meski demikian, bukan menjadi penghalang bagi Bawaslu untuk menelusuri dugaan pelanggaran pemilu tersebut.

Editor: Ayezzah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template