Home / LAINNYA

Rabu, 24 Juni 2020 - 11:51 WIB

OPINI: Konspirasi Rp26 Miliar ???

Ketua Cabang PMII Bulukumba, Andi Chaidir Alif | Foto: dok. Pribadi

Ketua Cabang PMII Bulukumba, Andi Chaidir Alif | Foto: dok. Pribadi

Oleh: Andi Chaidir Alif

BULUKUMBA, KUMANIKA.com–Kalau ditanya apa hubungan antara Rp26 miliar dan pesatnya peningkatan COVID-19 di Kabupaten Bulukumba, maka saya ingin mengajak bapak/ibu untuk berpikir seperlunya (hemat dan sederhana) saja. Jangan terlalu serius membacanya yah, nanti bikin pusing dan membuat daya tahan tubuh menurun dan akan berbahaya untuk kesehatan.

Jadi begini, Rp26 miliar ini adalah anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Daerah sebagai upaya penanganan COVID-19 di Kabupaten Bulukumba yang tersebar ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jadi setiap dinas mendapatkan anggaran yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya masing-masing yang sejatinya diperuntukkan untuk masyarakat Bulukumba sebagai langkah preventif COVID-19 (kira-kira seperti itu).

Namun pertanyaan dan permasalahan besar muncul ketika 26 M dianggarkan yang dikabarkan belum semuanya cair untuk penanganan COVID-19 tapi justru membuat kasus COVID-19 trus terjadi peningkatan di Kabupaten Bulukumba. Kita lihat bahwa di beberapa media trmasuk di media sosial kurang-lebih 59 Kasus terjadi, bahkan beberapa elit daerah terpapar COVID-19 dan menjadi trending topic, Misalnya Kepala Kejari, Kapolres Bulukumba dan KA BPD Bulukumba terpapar COVID-19 tersebut.

Baca Juga:  Kata Ekonom soal Covid-19 yang Berdampak pada Sektor Ekonomi

Sebelum menjudge atau menuduh Pemerintah Daerah kurang becus atau terkesan kaku dan ambigu dalam penanganan COVID-19, coba kita perhatikan bahwa Pemerintah Daerah telah berusaha melakukan penyeimbangan dan penstabilan dari sisi Ekonomi dan Kesehatan. Memberikan stimulus atau bantuan Sosial dan tentunya penanganan kesehatan bagi masyarakat.

Tapi, apakah Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) telah melakukan survei tentang sejauh mana keberhasilan 26 M dalam upaya penanganan COVID-19 ?
Sepertinya upaya tersebut terkesan Belum dilakukan sedikitpun mungkin karena dana Rp. 26 M belum dihabiskan.

Baca Juga:  Suap Gubernur Sulsel, Ini Daftar Proyek yang Dikerjakan PT Agung Perdana Bulukumba

Pemerintah Daerah tentunya tidak boleh salah dalam hal ini tapi yang salah adalah sebagian oknum bejat dan tidak bernurani yang terkesan tega melakukan indikasi korupsi dan merusak nama baik Pemerintah Daerah. Persoalan Siapa oknum bejat dan tidak minim nurani itu masih menjadi pertanyaan. Jangan berpikir panjang bahwa bisa saja ada indikasi persekongkolan atau bahasa kerennya konspirasi karena kita hanya perlu berpikir seperlunya saja.
Berdoa saja semoga setelah Dana Rp. 26 M yang dianggarkan telah habis maka COVID-19 juga lenyap dari Kabupaten Bulukumba.

Pertanyaan yang masih misterius saat ini dan menjadi bulan-bulanan aktivis dan masyarakat pada umumnya ialah bagaimana kabarnya Kasus Korupsi Dinsos dan Korupsi BOK Dinkes ?
Kita rehat sejenak dulu dan nantikan episode berikutnya.

Penulis adalah Ketua Cabang PMII Kabupaten Bulukumba

*Tulisan ini menjadi tanggung jawab penuh penulis

Share :

Baca Juga

LAINNYA

87 Warga Polewali Bulukumba Terima BLT Senilai Rp52,2 Juta

LAINNYA

Inisiatif Distribusi Bansos Sebelum PSBB Jakarta

DAERAH

Dai Muda Bulukumba Sosialisasi Covid-19 di Kindang

DAERAH

Kabar Baik! Pasien Positif 003 Bulukumba Sembuh, Hari Ini Dijemput oleh Keluarganya

LAINNYA

Curnak Resahkan Warga Desa Sopa, Semalam 5 Sapi Hilang

LAINNYA

Bantah Dzalimi Muh Sabir, Kejaksaan Target Limpahkan Berkas Pekan Depan

LAINNYA

Lantunkan I’tirof, Duet Mustari dan Indah Sari Bikin Merinding

DAERAH

Hujan Lebat Guyur Bulukumba, Pohon Tumbang Ancam Pengendara