Home / HUKUM

Selasa, 15 Desember 2020 - 14:57 WIB

Minim Pusat Aduan, Stop Kekerasan Perempuan dan Anak di Bulukumba Dinilai Belum Maksimal

Aktivis peduli perempuan dan anak Kabupaten Bulukumba, Siti Hadijah Budiawan

Aktivis peduli perempuan dan anak Kabupaten Bulukumba, Siti Hadijah Budiawan

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Aktivis peduli perempuan dan anak Kabupaten Bulukumba, Siti Hadijah Budiawan menilai perlawanan atas tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak belum maksimal.

Menurutnya, hal itu lantaran belum tersedianya komunikasi satu arah yang menjadi pusat aduan apabila ada bentuk penganiayaan yang menimpa para perempuan dan anak.

“Kalau disebutkan bahwa tahun 2020 ini jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak menurun, kita patut mensyukuri. Tapi bukan berarti kedepan kita lalai dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi perihal stop Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bulukumba,” katanya.

Baca Juga:  Baznas Bulukumba Salurkan Bantuan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Kabupaten Bulukumba sendiri lanjut dia,dibawah koordinasi langsung oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memiliki Tim Reaksi Cepat (TRC) yang khusus menangani Kasus perempuan dan anak.

Namun ini menurutnya, masih kurang efektif karena masyarakat belum mengetahui jelas kemana arah pengaduan ketika terjadi kekerasan itu selain ke pihak kepolisian.

“Pihak DP3A belum menyediakan layanan satu arah seperti website, sosial media dan atau nomor telepon yang bisa langsung di akses oleh seluruh elemen masyarakat Bulukumba ketika terjadi kekerasan perempuan dan anak,” ujarnya.

Baca Juga:  DPRD Bulukumba dan Pemkab Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2021

Tak sampai disitu, mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bulukumba itu juga menyinggung terkait penyembuhan kondisi psikologi korban pasca mengalami penganiayaan.

“Ketika Kekerasan itu terjadi bukan hanya semata-mata indikator penyelesaian masalahnya adalah tuntutan secara hukum yang sifatnya hanya efek jera lalu serta-merta kita melupakan bagaimana kemudian pemulihan kondisi psikologis daripada korban,” jelas Siti Hadijah.

Share :

Baca Juga

HUKUM

Direktur RSUD Bulukumba Diperiksa Polisi

HUKUM

Puluhan Pelaku Balap Liar Beserta Motor Diamankan Polisi

HUKUM

Takut Ketangkap, Pelaku Pencurian Motor Nekat Masuk Hutan di Bulukumba

HUKUM

Warga Lapor Salah Satu Oknum Pejabat di Bulukumba

HUKUM

Kematian ASN Satpol-PP Bulukumba, Keluarga Ungkap Ada Sayatan Benda Tajam

HUKUM

Korupsi BOK Dinkes Bulukumba: Dewan Segera Terbitkan Laporan ke KPK

HUKUM

LBH Harap Kasus Wartawan Asrul Disidangkan di Makassar

HUKUM

Disebut Ekstra Ordinary Crime,  Imperium Desak Polres dan Kejari Bulukumba Tuntaskan Kasus Korupsi