Home / DAERAH

Rabu, 16 Desember 2020 - 19:26 WIB

Merasa Dirugikan, Kontraktor Proyek Puskesmas Loka Diminta Selesaikan Upah Tukang

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Seorang pekerja konstruksi bangunan, Kiing merasa ditipu oleh kontraktor PT Hanum Bangun Nusantara asal Kabupaten Bantaeng, Sulfina dalam pengerjaan item proyek Rehabilitasi Puskesmas Loka dengan nilai anggaran mencapai Rp3,7 miliar.

Diketahui, dalam item pekerjaan pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringan tersebut dikerjakan sejak 20 Juli hingga 16 Desember 2020, dengan menggunakan jasa pengerjaan Kiing sebagai tenaga tukang.

Kiing mengaku jika dirinya diminta oleh Sulfina untuk mengerjakan pekerjaan proyek tersebut. Dimana dalam kesepakatan mereka berdua Kiing mengajukan kontrak kerja dengan nilai Rp460 juta, namun Sulfina menawarkan hingga Rp308 juta.

“Jadi karena tidak ada kesepakatan nilai, makanya saya minta dikerjakan dulu sesuai dengan kemampuan keuangan Sulfina dengan ketentuan gaji tukang saya ditanggung oleh Sulfina dan disepakati,” kata Kiing, Rabu, 15 Desember 2020.

Baca Juga:  Bertarung di Pilkada, Petahana Wabup Bulukumba Tomy Satria Yulianto Resmi Cuti

Dari kesepakatan Kiing dengan Sulfina, upah tukang per dua minggu itu kurang lebih Rp14 juta. Hanya saja saat tiba pembayaran, Sulfina hanya membayarkan upah tukang sebanyak Rp4 juta, sehingga masih tersisa Rp10 juta.

“Yang dibayar kepada saya itu hanya Rp4 juta dan Rp10 juta tidak dibayarkan. Alasanya dia mengacu pada penawaran Rp308 juta, padahal itu tidak disepakati sejak awal,” jelasnya.

Hanya saja diakhir pengerjaan proyek tersebut, Sulfina meminta Kiing untuk istirahat bekerja. Dan meminta Kiing untuk mendatangkan tambahan tukang sebanyak 16 orang, hal itu sulit disanggapui Kiing dengan jarak waktu yang diminta Sulfina.

Baca Juga:  Desa Labbo di Bantaeng Serahkan Beasiswa Pelajar, Bupati: Pembangunan SDM Seutuhnya

“Saya diminta untuk menambah orang, jadi saya minta waktu 2 hari untuk mendatangkan orang. Tapi Sulfina menolak memberikan waktu 2 hari untuk mendatangkan tukang 16 orang. Tidak mudah mendapatkan tukang sebanyak itu dalam sehari,” tutur Kiing.

Kiing berharap agar Sulfina menyelesaikan sisa upah tukang yang masing tertinggal sebanyak Rp10 juta. Dimana uang tersebut untuk diberikan kepada tukang yang telah bekerja dalam proyek tersebut.

“Cukup saya yang rugi tenaga, jangan saya dirugikan lagi dengan materi. Saya minta upah tukang yang tersisa Rp10 juta dibayarkan, itu permintaan saya,” harapnya.

Share :

Baca Juga

DAERAH

Workshop Governance Index 2021 Diharapkan Membawa Bantaeng Jadi Daerah Percontohan

DAERAH

Bantuan Modal Usaha Berbasis Dusun Terbukti Sukses Memperkokoh UKM Bantaeng

DAERAH

Legislator Minta Diliburkan, Sekwan: Biar Tidak Ada Libur, Mereka Tetap Libur

DAERAH

Rujab Bupati Bulukumba Tak Luput dari Corona, 3 Orang Dikabarkan Positif

DAERAH

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Lokasi Pekuburan Kerukunan Keluarga Bulukumba

DAERAH

Uji Fungsi Spams, Bupati Bantaeng Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Sehat

DAERAH

Bulukumba Kembali Cetak Rekor Harian Terbanyak, Tambah 34 Kasus Baru Covid-19

DAERAH

KPU Bulukumba Nilai Pemkab Abai Soal Keselamatan Penyelenggara Pilkada 2020
error: Content is protected !!