Home / DAERAH

Selasa, 2 Maret 2021 - 16:09 WIB

Menko PMK Sebut Bantaeng Bisa Jadi Percontohan Nasional Penanganan Stunting

Menko Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy didampingi Plt Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman.

Menko Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy didampingi Plt Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman.

BANTAENG, KUMANIKA.com– Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy meresmikan gedung pelayanan Gizi Terpadu di Desa Lumpangan, Kabupaten Bantaeng, Selasa, 2 Maret 2021.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir yang didampingi Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman, Anggota DPR RI, Aliyah Mustika Ilham, mengakui dan memberikan apresiasi atas inovasi penanganan stunting di Bantaeng.

“Saya mengapresiasi apa yang pak Bupati prakarsai yang telah membangun pusat layanan gizi terpadu. Ini saya kira yang pertama di Indonesia,” jelas, Selasa, 2 Maret 2021.

Dia mengatakan, keberadaan gedung Pelayanan Gizi Terpadu ini adalah sebuah inovasi yang sangat baik. Penanganan stunting bisa dilakukan secara integral dan komprehensif secara bersama-sama di gedung berlantai dua itu. Dia juga mengajak daerah lainnya untuk ikut mereplikasi inovasi dari Kabupaten Bantaeng ini.

“ini patut dikembangkan atau direplikasi di daerah lainnya,” jelas dia.

Baca Juga:  Irwan Nasir-Abu Thalib Ramaikan Perebutan Kursi Ketua DPD Golkar Bulukumba

Dia menambahkan, Bantaeng juga memiliki angka stunting yang relatif kecil. Berada di kisaran 21 persen. Angka ini terkecil di Indonesia dan mengalahkan angka stunting nasional yang saat ini berada di angka 24 persen.

“Kita harapkan angka stunting di Bantaeng terus turun hingga menyentuh standar WHO sebesar 14 persen,” jelas dia.

Muhadjir menambahkan, stunting harus ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, hal ini juga berkaitan dengan pengembangan SDM daerah. Menurutnya, stunting bukan hanya pada persoalan tinggi tubuh anak. Melainkan juga perkembangan kognitif dan kemampuan berfikir anak.

“Ada anak yang pernah saya dapati, tubuhnya baik, tinggi, tetapi daya ingatnya rendah. Diajar kemudian dalam satu jam sudah lupa pelajarannya,” jelas dia.

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, berharap gedung ini bisa menjadi refleksi untuk penanganan gizi di Indonesia. Terutama untuk gizi ibu hamil.

Baca Juga:  Bantuan Modal Usaha Berbasis Dusun Terbukti Sukses Memperkokoh UKM Bantaeng

Pakar bayi tabung asal Yogyakarta ini menyebut gizi untuk ibu hamil sangat menentukan masa depan anak-anaknya selama tiga generasi. Oleh karena itu, dia menyebut hal ini sebagai bentuk upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bantaeng.

“Keturunan tiga generasi ditentukan ibu hamil yang sekarang. Mencegah stunting tiga generasi harus dilakukan dari sekarang. Bisa bayangkan, ketika seorang ibu hamilkan anak perempuan dengan kondisi gizi yang tidak baik, maka efeknya bisa terjadi tiga generasi,” jelas dia.

Dia juga berharap kepada gedung penanggulangan Gizi ini untuk ikut melakukan sosialisasi 75 hari persiapan nikah. Dia mengatakan, 75 hari persiapan nikah ini terkait dengan gizi untuk perbaikan kualitas sperma.

“ini juga terkait dengan peningkatan SDM. Karena sperma yang digunakan hari ini adalah sperma yang diproduksi 75 hari lalu,” jelas dia.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

DAERAH

Pemkab Bantaeng Terima Bantuan Alsitan Dari Aspirasi Anggota DPR-RI Azikin Solthan

DAERAH

Soal Dana Non Kapitasi Dinkes Bulukumba, Kopel: Penegak Hukum Jangan Tinggal Diam

DAERAH

Hanya Lengah Sebentar, ABG di Bulukumba Ini Gasak HP Tetangganya

DAERAH

Kembangkan Kopi Liberika, Bantaeng Siap Jajaki Pasar Internasional

DAERAH

Pemerintah Ungkap Kelangkaan Pupuk di Bulukumba Karena Subsidi Menurun

DAERAH

Update Corona Bulukumba 28 Juni: Positif Masih Bertambah 10 Kasus, Sembuh 11 Orang

DAERAH

Lepas BKO Tanggap Darurat, Bupati Bantaeng: Sinergitas Harus Terus Terjaga

DAERAH

Bukan ke Andi Utta, Ketua Hanura Bulukumba Tegaskan Usungan Final ke AHP-AMM
error: Content is protected !!