Mempertahankan Tradisi Melalui Festival Budaya Kajang

Mempertahankan Tradisi Melalui Festival Budaya Kajang

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Bupati Bulukumba, H. A. Muchtar Ali Yusuf bersama Wakilnya, H. A. Edy Manaf menghadiri kegiatan Festival Budaya Kajang di Dusun Balagana, Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Rabu (15/9/2021).

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Adat Ammatoa Kajang. Mereka mengusung tema “Pelestarian Budaya Kajang Ammatoa untuk Kesejahteraan Sosial”.

Ketua Panitia penyelenggara acara, Kamsuri Muslim, menjelaskan jika Festival Budaya Kajang, yang juga menjadi salah satu Calendar of Event (COE) Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba, rencananya akan dihelat mulai 15 – 19 September 2021.

Rangkaian kegiatan yang akan ditampilkan beragam dan dari berbagai bidang. Pada bidang seni meliputi Basing, Kelong Jaga, Angngaru, Tari Tradisional, Rupama, dan Kecapi. Ada pula sajian permainan tradisional seperti Ganrang-ganrang, Kaddaro, dan Dongga Sai.

Tujuan Festival Budaya Kajang ini, lanjut Kamsuri, yakni untuk meningkatkan pengetahuan mengenai budaya dan bahasa, memperkenanlkan lebih luas kebudayaan lokal ke internasional, mengembangkan apresiasi di kalangan masyarakat, memperkaya seni budaya bangsa Indonesia, hiburan dan edukasi, menyatukan berbagai komunitas, sebagai lahan promosi usaha, serta upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya mereka yang berada di Kajang.

Baca Juga:  Lion Air Terbang Lagi 10 Mei 2020

Muchtar Ali Yusuf menuturkan, status Kabupaten Bulukumba yang memiliki kawasan adat Ammatoa patut disyukuri. Kondisinya yang masih terjaga, sampai saat ini, menjadikan wilayah tersebut sebagai sektor andalan dari wisata budaya.

 Mempertahankan Tradisi Melalui Festival Budaya Kajang
Bupati Bulukumba dan jajarannya saat menghadiri Festival Bidaya Kajang, di Dusun Balagana, Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Rabu (15/9/2021). Foto: Dokumentasi Istimewa

Menurut Bupati, keberadaan kegiatan seperti ini akan semakin mengenalkan bahwa Bulukumba memiliki banyak ragam budaya. Bukan hanya karya Phinisi yang telah menjadi warisan Budaya Dunia Takbenda.

“Kegiatan festival budaya seperti ini sangat penting dilakukan secara kontinyu, sehingga seni budaya di daerah kita ini dapat terpelihara dengan baik,” ujar Bupati.

Sebagai salah satu daerah yang diposisikan untuk tujuan wisata, lanjut Bupati, kesadaran semua pihak perlu ditingkatkan dan didorong ke arah proses perubahan yang lebih baik, secara sinergis bersama semua elemen kepariwisataan. Mereka kemudian bisa menyusun rencana tindak secara terencana, terprogram, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan segala sumber daya lokal dan pelibatan seluruh pihak.

Baca Juga:  Kawasan Pantai Bira Kembali Dibuka, Titik Nol Masih Tutup

Penerapannya kemudian bisa dilakukan dalam pelaksanaan Festival Budaya Kajang, yang melibatkan generasi muda, dalam mengembangkan kreativitasnya sekaligus menjadi bagian dalam upaya menjaga, melestarikan, dan memelihara budaya yang dimiliki.

“Olehnya itu, saya berharap kegiatan seperti ini harus terus didukung oleh kita semua, khususnya dari Pemerintah Desa, untuk memberikan pembinaan dan pendampingan generasi muda dalam mengembangkan kreasi bidang seni budaya,” ucap Andi Utta sapaan akrab Bupati Bulukumba.

Selepas memberikan arahan, Bupati juga mengukuhkan pengurus Pokdarwis Adat Ammatoa Kajang. Kegiatan tersebut dihadiri pula Muh Ali Saleng (Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba), sejumlah Anggota DPRD Bulukumba, Salam (Kepala Desa Tanah Towa), para Tokoh Adat, Tokoh Agama, serta Tokoh Pemuda Masyarakat Kajang. Selain itu, hadir pula Dr. Syamsul Ma’rif, salah satu Dosen di Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta.(*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template