Home / HUKUM

Kamis, 1 April 2021 - 20:02 WIB

Mantan Bupati Bulukumba Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Nurdin Abdullah

Mantan Bupati Bulukumba, AM Sukri A Sappewali

Mantan Bupati Bulukumba, AM Sukri A Sappewali

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Mantan Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolda Sulsel, Kamis, 1 April 2021. Ia menjalani pemeriksaan terkait proyek infrastruktur jalan di Bulukumba.

Mantan Bupati dua periode itu diperiksa bersama 5 orang lainnya yakni Kepala Dinas PUTR Provinsi Sulawesi Selatan (Rudy Djamaluddin), Plt Sekretaris Dewan DPRD Bulukumba, Andi Buyung Saputra, Abdul Rahman dari pihak swasta, dan ADc Gubernur Sulawesi Selatan, Syamsul Bahri.

Pemeriksaan tersebut terkait kasus suap perizinan dan pembangunan infrastruktur yang melibatkan Gubernur Sulsel Non Aktif, Nurdin Abdullah, Sekretaris Dinas PUTR, Edy Rahmat, dan kontraktor Agung Sucipto. Nurdin diduga menerima uang sebesar Rp5,4 miliar.

“Ini pemeriksaan NA dan tersangka lainnya terkait tindak pidana korupsi suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021,” terang Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Baca Juga:  159 Narapidana Lapas Kelas IIA Bulukumba Dapat Remisi Lebaran

Sementara, AM Sukri Sappewali yang dikonfirmasi membenarkan terkait pemeriksaaan dirinya. Ia menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait proyek yang ada di Kabupaten Bulukumba.

“Iya saya barusan diperiksa penyidik KPK sebagai saksi berkaitan dengan proyek yang ada di Bulukumba. Ada pertanyaan inti yang ditanyakan ke saya,” ungkapnya.

Ia mengaku jika apa yang diajukan KPK terkait proyek infrastruktur jalan raya di daerah Palampang dan Kawasan Pantai Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba.

“Ada beberapa pertanyaan. Ada Andi Buyung Saputra juga diperiksa. Ada juga mantan Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin,” ucap dia.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah, Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat, dan kontraktor Agung Sucipto sebagai tersangka. Ketiganya telah ditahan di rutan KPK.

Baca Juga:  Nyamar Sebagai Pembeli, Polisi Tangkap Pasutri Pengedar Sabu di Bulukumba

Dalam kasus ini, Nurdin Abdullah diduga menerima gratifikasi sebesar Rp5,4 miliar. Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain pada akhir 2020 sebesar Rp.200 juta. Dan Rp.1 miliar dan Rp. 2,2 miliar melalui ajudan.

Nurdin dan Edy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Agung sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

HUKUM

Kepala BKPSDM-Bendahara Dinkes Susul Kasubag Jadi Tersangka BOK

HUKUM

Kasus Bansos Covid-19 Bulukumba Tutup Buku

HUKUM

Ini Pelaku Penikam Tukang Becak di Bulukumba yang Sempat Terekam CCTV

HUKUM

Didemo Mahasiswa, Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Gadis Tewas Tergantung

HUKUM

Kejaksaan Seret Tersangka Kasus Tahura Bulukumba ke Lapas

HUKUM

Ernawati Beberkan Aliran Dana BOK Dinkes Bulukumba

HUKUM

Laporkan Kasus Penggelapan, Oknum Polisi Tak Tahu Dirinya DPO Kasus Narkoba

HUKUM

Kejar Tersangka Lain, Polisi Telusuri Aliran Dana BOK Dinkes Bulukumba