Manfaat Kurma Saat Berbuka Puasa

KUMANIKA.com— Kurma menjadi makanan khas ramadan dan menjadi menu yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hendak berbuka puasa. Kurma memiliki manfaat menjadi sumber energi, khususnya untuk orang yang sedang dalam proses penyembuhan.

Namun sebenarnya, masih ada lagi beberapa manfaat yang didapat dari buah kurma.

Sumber Energi yang Baik
Setelah berpuasa sehari penuh, tubuh akan terasa lelah dan capek, terlebih dengan aktivitas yang terbilang padat. Siapa sangka, berdasarkan studi yang diterbitkan dalam International Journal of Food Science and Nutrition menyebutkan bahwa mengonsumsi kurma bisa membantu untuk mendapatkan kembali energi yang telah hilang selama beraktivitas.

Baca Juga:  Lantik Pengurus, Bupati Minta Mabiran Pramuka Bantaeng Aktif Berpartisipasi

Sangat Bergizi
Kurma memiliki profil nutrisi yang sangat baik. Saat dikeringkan, kandungan kalorinya lebih tinggi daripada kebanyakan buah segar. Sebagian besar kalori dalam kurma berasal dari karbohidrat. Sisanya berasal dari kumlah protein yang sangat sedikit. Kurma juga mengandung beberapa vitamin dan mineral penting selain sejumlah besar serat.

Meningkatkan Kesehatan Otak
Kurma memberikan perlindungan terhadap stres oksidatif dan peradangan pada otak. Buah ini adalah sumber serat dan makanan yang baik serta kaya akan antioksidan alami yang membantu memperlambat perkembangan penyakit demensia dan alzheimer.

Meringankan Gangguan Pencernaan
Tidak hanya meningkatkan kesehatan otak, kandungan serat dan asam amino yang terdapat pada kurma membantu merangsang pencernaan makanan dan memastikan prosesnya berlangsung optimal. Serat ini juga membantu meringankan kondisi gangguan saluran cerna, termasuk GERD, wasir, dan divertikulitis.

Baca Juga:  Balai Penyuluh Pertanian Bulukumpa Raih Piala Bergilir Bupati Bulukumba

Mencegah Penyakit Jantung
Manfaat buah kurma yang lain adalah mencegah dari bahaya penyakit jantung. Pasalnya, buah ini membantu mengurangi kadar trigliserida dan stres oksidatif yang menjadi faktor utama risiko terjadinya penyakit jantung dan atherogenesis atau penumpukan plak lemak pada arteri. Kandungan antioksidan dan phytochemicalnya juga dapat mengurangi risiko terjadinya stroke dan gangguan jantung.

Reporter: Devi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template