Legislator Minta Diliburkan, Sekwan: Biar Tidak Ada Libur, Mereka Tetap Libur

BULUKUMBA, KUMANIKA.com–Sekertaris Dewan (Sekwan) Andi Rosali Liong buka-bukaan terkait kondisi di Kantor DPRD Bulukumba. Hal itu ia lakukan lantaran menjawab keluhan salah seorang Anggota DPRD dari Fraksi PPP, Andi Pangeran Hakim.

Adapun keluhan Andi Pangeran sendiri yakni minimnya Alat Tulis Kantor (ATK), banyaknya tenaga honorer di lingkup DPRD, hingga memberikan saran agar legislator diliburkan.

Menanggapi hal itu, Andi Rosali Liong menyebutkan bahwa pemberhentian tenaga honorer sejatinya menjadi hak para legislatif. Ia mengaku siap kapan saja dipanggil untuk merumahkan tenaga honorer.

“Saya memang menunggu dipanggil. Kalau saya dipanggil RDP dengan semua komisi, maka saya akan usulkan segera berhentikan honorer kurang lebih 30 atau 40 orang,” tegasnya, Rabu (10/6/2020).

Baca Juga:  Mendapat Protes Warga, Ketua DPRD Bulukumba Tinjau Langsung Pekerjaan Aspal Benteng Gantareng

Sementara terkait usulan libur untuk Anggota DPRD, mantan Kadis Perhubungan ini tidak memahami maksud dari saran tersebut. Sebab menurutnya, 40 anggota DPRD bisa saja libur meskipun hari kerja.

“Karena beda dengan kami yang wajib masuk berdasarkan aturan, masuk pagi dan pulang sore. Sementara Anggota DPRD itu, biar tidak ada libur, mereka tetap libur,” terangnya.

“Pertanyaannya, kapan (anggota DPRD) ada full 40 orang dalam satu hari?. karena kan proses kehadiran anggota DPRD tidak menjadi kewajiban seperti kita ini sebagai pegawai,” imbuhnya.

Terkait minimnya ATK, Andi Rosali Liong mengaku bahwa hal ini ia lakukan demi meminimalisir utang menumpuk selama periode kerjanya sebagai Sekwan. Ia mengungkapkan dalam dua bulan ini, biaya untuk ATK kurang lebih 10 juta belum dilunasi.

Baca Juga:  Anggota DPRD 'Guyon' ke Andi Utta, Tanyakan Masa Jabatan Hingga Koreksi Penyebutan

“Saya yang perintahkan karena saya mau pensiun. Makanya saya batasi, saya tidak mau punya utang yang saya tinggalkan. Jangan sampai saya ambil banyak-banyak dan menjadi utang, itu yang saya hindari, nanti jadi beban Sekwan selanjutnya,” tandas dia.

Diketahui sebelumnya, Andi Pangeran yang juga merupakan Ketua komisi A DPRD ini mengeluhkan kondisi yang dialami di Kantor DPRD, salah satunya minimnya kertas dan kurangnya konsumsi makan saat rapat-rapat berlangsung.

“Kertas habis, anggaran minim. Kita kerja seharian rapat dikasi snack saja, bagaimana caranya kerja, mending diliburkan saja,” keluhnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template