Home / HUKUM

Selasa, 1 Juni 2021 - 23:52 WIB

Laporkan ke Polisi, Mantan Ketua HIPMI Diancam Badik oleh Pejabat Pemkab Bulukumba

Mantan Ketua HIPMI Bulukumba, Haerul Anwar

Mantan Ketua HIPMI Bulukumba, Haerul Anwar

BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Oknum pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah dilaporkan oleh mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bulukumba, Haerul Anwar.

Haerul melaporkan oknum pejabat tersebut atas kasus dugaan pemukukan dan pengancaman yang terjadi di Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (DP3) Bulukumba, Senin, 31 Mei 2021.

Oknum pejabat berinisial ABS tersebut dilaporkan setelah diduga melakukan penganiayaan dan pengancaman menggunakan badik terhadap Haerul Anwar.

Menurut Haerul, sebelum mengancam menggunakan badik, pelaku sempat memukul kepala bagian belakang. Dimana kata dia, saat itu pihaknya sedang duduk bersama dua orang pegawai di kantor DP3 tiba-tiba datang dan langsung memukul.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Jampersal Dinkes Bulukumba Segera Diaudit BPK

“Saya tidak tahu kenapa datang langsung memukul. Saya tidak ada masalah dengan dia (ABS). Bahkan, setelah kami dipukul dia mengeluarkan lagi badik dari tasnya,” ujar Haerul diwarkop Teras Belakang, Selasa (1/6/2021).

Haerul mengaku, dirinya ke kantor DP3 Bulukumba, karena hendak mempertanyakan tentang IMB milik salah seorang temannya. Sebab, sudah lama IMB yang dimaksud tidak kunjung terbit, sehingga pekerjaan menjadi terhambat.

Hanya saja, setelah beberapa menit menunggu sambil bincang-bincang dengan pengawai DP3 Bulukumba, Irfandi dan Wahidin, pelaku datang dan masuk keruangan sambil melewati korban. Kemudian kembali dan memukul dari arah belakang.

Baca Juga:  Berkedok Arisan Online, Warga Bulukumba Alami Kerugian Hingga Ratusan Juta

“Saya meminta agar pihak berwajib dapat memproses sesuai hukum yang berlaku. Karena saya tidak terima atas kejadian ini. Apalagi, saya tidak ada masalah dengan dia,” kata mantan ketua HIPMI Bulukumba ini.

Kapolsek Ujung Bulu AKP Nuryadin, yang berusaha dikonfirmasi terkait laporan penganiayaan tersebut tidak berhasil. Nomor telepon yang digunakan aktif namun tidak diangkat.

Sementara itu, surat tanda penerimaan laporan yakni Nomor:LP/46/V/2021/Sek.Ujung Bulu,tanggal 31 Mei 2021.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

HUKUM

Kasus Korupsi Kapal Nelayan Akhirnya Disidangkan Setelah Mandek Bertahun-tahun

HUKUM

Tiga Tersangka Korupsi BOK Dinkes Dilimpahkan ke Kejaksaan

HUKUM

Korupsi BOK Dinkes Bulukumba: Dewan Segera Terbitkan Laporan ke KPK
Diduga Selewengkan ADD/BDD, Kades Lembanna di Laporkan ke Kejari

HUKUM

Dugaan Korupsi ADD/BDD Desa Lembanna, Ketua BPD Tak Dilibatkan dalam Penyusunan Anggaran

HUKUM

Polisi Pidanakan Pengambilan Paksa Jenazah Terindikasi Covid-19

HUKUM

Kapolres Jadi Penerima Vaksin Pertama di Mapolres Bulukumba

HUKUM

Dugaan Korupsi BOK Dinkes Bulukumba: Kerugian Negara Bertambah Rp6,4 Miliar

HUKUM

Polisi Periksa Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba