Home / KABAR PARLEMEN

Selasa, 9 Februari 2021 - 15:19 WIB

Lagi, Pengerjaan Jembatan Bialo Tahap Keempat Rusak, DPRD Desak Lakukan Audit

Anggota DPRD Bulukumba pantau Jembatan Bialo

Anggota DPRD Bulukumba pantau Jembatan Bialo

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba mendesak penegak hukum untuk melakukan audit terhadap proses pengerjaan Jembatan Bialo tahap keempat yang mengalami kerusakan.

Pasalnya, pengerjaan tersebut dianggap akan menjadi mubassir jika tahap kelima dilanjutkan sementara pengerjaan tahap keempat saat ini sudah mengalami kerusakan.

Anggota Komisi C DPRD Bulukumba, H Abu Thalib menilai jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba terkesan memaksakan pengerjaan tahap kelima Jembatan Bialo dengan melakukan lelang secara diam-diam.

“Lelang dilakukan secara diam-diam dan memenangkan penawar tertinggi. Pengerjaan tahap keempat saat ini dalam kondisi rusak, jadi harus diperbaiki dulu baru tahap lima dikerjakan. Jangan terkesan dipaksakan untuk dikerjakan,” katanya, Selasa, 9 Januari 2021.

Baca Juga:  DPRD Ingatkan Pemkab Soal Jabatan Dewas RSUD yang Kosong Selama Enam Bulan

Selain itu, pengerjaan tahap kelima jembatan Bialo yang terletak di Keluarahan Bintarore, Kecamatan Ujungbulu itu. Dianggap hanya akan menghabiskan anggaran tanpa memikirkan kualitas yang akan dilahirkan dari pengerjaan tersebut.

“Harus dilakukan audit khusus soal ini, setelah dilakukan audit dan perbaikan. Baru tahap kelima ini dilanjutkan. Karena kalau seperti ini modelnya, sama saja pemerintah memperkaya pihak lain,” tegas legislator Golkar ini.

Diketahui, pengerjaan Jembatan Bialo ini telah melalui beberapa proses anggaran. Tahap pertama dialokasikan, sebesar Rp10,5 miliar dan tahap kedua dialokasikan sebesar Rp9 miliar.

Selanjutnya, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran tahap ketiga sebesar Rp6 miliar lebih dan ditahap keempat. Pemerintah mengajukan Rp27 miliar namun hanya mendapat alokasi sebesar Rp22 miliar untuk lanjutan pengerjaan.

Baca Juga:  Kata Ekonom soal Covid-19 yang Berdampak pada Sektor Ekonomi

Hanya saja, dalam proses pelaksanaan tahap pertama. Pengerjaan jembatan yang diproyeksi menjadi icon baru Bulukumba dianggap bermasalah dan diusut pihak penegak hukum.

ditahap ketiga, pengerjaan kembali dilanjutkan. Hanya saja, pengerjaan tersebut kembali mengalami kerusakan sehingga dianggap pengerjaan itu kembali dianggap hanya dikerja asal-asalan.

“Jika pemerintah memikirkan pembangunan yang tepat sasaran, seharunya penawaran terendahlah yang dimenangkan. Sehingg selisi angagran yang ada bisa dialokasikan ke pekerjaan lainnya,” sambung H Thalib.

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

DAERAH

Ilham Azikin Pimpin Bantaeng, Kampung Bira-bira Akhirnya Nikmati Listrik

KABAR PARLEMEN

Dewan Optimistis PAD 2020 Bulukumba Capai 60 Persen

KABAR PARLEMEN

Tok! Pemerintah dan DPRD Bulukumba Tetapkan Target APBD 2021 Rp 1,5 Triliun Lebih

KABAR PARLEMEN

DPRD Minta Pemkab tidak Terburu-buru Umumkan Pemenang Lelang Proyek Jembatan Bialo

KABAR PARLEMEN

Delapan Fraksi DPRD Bulukumba Terima Ranperda APBD Perubahan

KABAR PARLEMEN

Mendapat Protes Warga, Ketua DPRD Bulukumba Tinjau Langsung Pekerjaan Aspal Benteng Gantareng

KABAR PARLEMEN

Pemkab Disarankan Rampingkan OPD Untuk Menghemat Anggaran

KABAR PARLEMEN

Tolak Omnibus Law Mahasiswa Duduki Kantor DPRD Bulukumba, Fraksi PKB: Kami Pro Rakyat