Home / HUKUM

Kamis, 15 April 2021 - 13:58 WIB

Kredit Fiktif Bank Sulselbar Bulukumba, BMC: Tersangka tidak Bekerja Sendiri

ILUSTRASI

ILUSTRASI

BULUKUMBA, KUMANIKA.com— Penetapan Account Officer (AO) Bank Sulselbar Cabang Bulukumba, IRR, sebagai tersangka kredit fiktif sebesar Rp 25 miliar oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel mendapat respon beragam dari masyarakat.

Penetapan AO tersebut sebagai tersangka dianggap menjadi jalan masuk penegak hukum untuk membongkar dugaan tindak pidana korupsi dan carut marutnya manajemen Bank plat merah itu.

Direktur Bulukumba Monitoring Center (BMC), Firman Gani menyebut bahwa penetapan IRR sebagai tersangka kredit fiktif menjadi pintu penegak hukum mengejar para pelaku lainnya yang bekerjasama dengan IRR selama ini.

“IRR posisinya AO. Secara struktural khususnya dalam proses pengajuan kredit itu ada beberapa meja yang harus dilalui untuk mendapatkan persetujuan. Maka dari itu IRR kami yakini tidak bekerja sendiri,” katanya.

Firman Gani bahkan menilai jika sistem perbankan dan keamanan dana nasabah di Bank Sulselbar Bulukumba sangat buruk. Bukan tanpa alasan, menurutnya dengan terbongkarnya kredit fiktif yang selama ini berjalan selama 5 tahun salah satu bukti kebobrokan manajemen.

Baca Juga:  Satlantas Bulukumba Gencar Lakukan Patroli Demi Mencegah Aksi Balap Liar

“Sistem Bank Sulselbar ternyata sangat bobrok! Selama 5 tahun bank plat merah ini sengaja meloloskan kredit fiktif. Ini terjadi sejak 2016 didalam tubuh Bank Sulselbar Bulukumba ini seharusnya menyeret lebih dari satu tersangka,” tegasnya.

Dalam proses pengajuan kredit, menurut Firman dikerjakan banyak pihak. Sehingga dirinya menilai jika penegak hukum hanya menetapkan satu orang tersangka saja dalam kasus Tindak Pidana dan Pencucian Uang (TPPU) itu.

“Ini pekerjaan banyak orang, orang awam pun tahu seberapa ribetnya proses pengambilan kredit di Bank Sulselbar, jadi tidak masuk akal kalau cuma 1 orang tersangka. Kami yakin ada banyak yang ikut menikmati kredit bodong ini,” tambahnya.

Mantan Ketua BEM UMI ini mengatakan jika dalam proses kredit berhasil diloloskan. Secara otomatif para pihak yang terlibat akan mendapatkan bonus. Dimana peranan auditor dan pimpinan cabang cukup menentukan dalam proses dan pembagian bonus yang didapatkan.

Baca Juga:  Pegawai Rumah Sakit Tewas Dibacok Secara Membabi Buta di Bulukumba

“Jika terget tercapai tentu ada bonus, dan bonus itu pasti dinikmati banyak pihak. Auditor kemana selama 5 tahun ini? Kerjanya mereka ini apa selama 5 tahun? Masa iya dengan jumlah kredit fiktif sebesar Rp25 miliar tidak ketahuan, auditor seperti sengaja membiar kredit fiktif ini dijalankan dari tahun ke tahun,” pungkas Firman.

Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel menetapkan IRR sebagai tersangka dan dijerat Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 Pasal 9 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat 1 ke 1 KUHPidana Pasal 3 Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana dan Pencucian Uang (TPPU).

Reporter: IKM

Share :

Baca Juga

HUKUM

Kejari-Polisi Bulukumba Musnahkan Barang Bukti 12 Gram Shabu

HUKUM

Kejaksaan Dinilai Mengada-ada Tetapkan Muh Sabir Sebagai Tersangka Korupsi

HUKUM

Sebar Ujaran Kebencian, Facebook Caleg PKS Bulukumba Dipolisikan

HUKUM

Bertambah Jadi Enam, Dua Pelaku Utama Penganiayaan Sertu Akbar Telah Diamankan

HUKUM

Bocah 14 Tahun di Bulukumba Jadi Korban Pencabulan Keluarga Sendiri

HEADLINE

Direktur RSUD Bulukumba Diperiksa Polisi

HUKUM

Selain Sita Rekening Koran, Polisi Juga Telusuri Aset Ernawati

HUKUM

Polres Bulukumba Himbau Personel Perketat Pengamanan Pasca Bom Makassar