Home / HEADLINE

Minggu, 28 Februari 2021 - 03:00 WIB

KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Sebagai Tersangka

Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah. (IST)

Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah. (IST)

JAKARTA, KUMANIKA.com– Gubernur Sulawesi selatan, Nurdin Abdullah (NA) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nurdin Abdullah di sangkakan atas dugaan penerimaan suap proyek infrastruktur dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto (AS) sebagai pemberi suap melalui Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi selatan, Edy Rahmat (ER).

“Dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah dan gratifikasi dari penyelenggara negara, atau pihak yang yang mewakili. Terkait pengadaan pembangunan infrastruktur di Sulsel,” terang Ketua KPK Firli Bahuri KPK dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021).

“Adapun para tersangka tersebut disangkakan, saudara NA dan ER, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a dan pasal 12 huruf b, atau pasal 11 dan pasal 12 B besar Undang-undang nomor 31 1999 tentang pemberantasan tindak pindana korupsi,” lanjut Firli.

Baca Juga:  Kapolres Bulukumba Terkonfirmasi Positif Covid-19, Tertular dari Orang Tanpa Gejala

Usai ditetapkan menjadi tersangka, Nurdin ditahan di Rutan KPK.”Saudara NA ditahan ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur,” tuturnuya.

Kronologi penangkan Nurdin bermula saat AS memberikan uang kepada NA melalui ER yang merupakan orang kepercayaan NA. Pada pukul 24.00 WIB, AS bersama sopirnya IF menuju rumah makan Nelayan di Kota Makassar.

Saat tiba dilokasi, AS dan ER lalu berpindah tempat menuju Jalan Hasanuddin secara beriringan. AS dan ER menggunakan mobil yang sama dan diikuti IF mengemudikan satu mobil lainnya secara beriringan.

Diatas mobil berdua, AS lalu menyerahkan proposal terkait beberapa proyek pekerjaan infrastruktur jalan di Kabupaten Sinjai tahun anggaran 2021 kepada ER.

Baca Juga:  Sekelompok Preman Kroyok Satu Anggota Dishub Bulukumba

Sekitar pukul 21.00 WIB, IF lalu memindahkan sebuah tas yang diduga berisi uang dari mobil AS ke bagasi mobil milik ER di Jalan Hasanuddin.

Pada pukul 23.00 WITA, AS diamankan di Kabupaten Jeneponto saat perjalanan menuju Kabupaten Bulukumba. Sedangkan ER diamankan bersama uang sebesar Rp2 miliar dirumah dinasnya.

Setelah dilakukan penangkapan terhadap AS dan ER. Tim KPK juga mengamankan NA dirumah dinas Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman sekitar pukul 00.02 Wita.

Konferensi pers yang digelar KPK, Nurdin Abdullah, Agung Sucipto dan Edy Rahmat dihadirkan menggenakan rompi tahanan KPK berwana orange.

Reporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

DAERAH

Gubernur NA: Sulsel Paling Tinggi Tingkat Kesembuhan Dan Irit Gunakan Anggaran Covid-19

DAERAH

Dugaan Korupsi BOK Dinkes Bulukumba: Kerugian Negara Bertambah Rp6,4 Miliar

HEADLINE

Pembusur Misterius Hantui Warga Bulukumba, Satu Pemuda Jadi Korban

DAERAH

BOK Belum Tuntas, DPRD Temukan Lagi Masalah di Dana Non Kapitasi Rp17 Miliar Dinkes Bulukumba

DAERAH

Patut Dicontoh, Bupati Tolitoli Gratiskan Suket Bebas Covid-19 Untuk Warga yang Ingin Keluar Daerah

DAERAH

Satgas Covid-19 Bulukumba Respon Tudingan Positif Buatan Keluarga Pasien Meninggal

DAERAH

Polisi Periksa Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba

DAERAH

Pegawai Rumah Sakit Tewas Dibacok Secara Membabi Buta di Bulukumba
error: Content is protected !!