Home / HUKUM

Jumat, 29 Mei 2020 - 20:42 WIB

Korupsi BOK Dinkes Bulukumba, Praktisi Hukum: Kita Lihat Endingnya

Ahmad Kurniawan, Praktisi Hukum [IST]

Ahmad Kurniawan, Praktisi Hukum [IST]

BULUKUMBA, KUMANIKA.com Praktisi hukum Ahmad Kurniawan (AK) turut mengomentari dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulukumba tahun anggaran 2019. AK menunggu hasil akhir penelusuran dugaan Tipikor yang merugikan negara kurang lebih Rp2 miliar itu.

Menurutnya, bagaimanapun bentuknya, tindak penyalahgunaan anggaran tidak boleh dibiarkan. Apalagi untuk kasus ini, yang sampai merugikan uang negara sebesar itu.”Kerugian negara yang menurut informasi berkisar kurang lebih Rp2 miliar itu luar biasa dan bukan main. Mesti segera dituntaskan,” pintanya, Jumat, 29 Mei 2020.

Saat ini, Satuan Reskrim Polres Bulukumba telah memeriksa 35 orang saksi terkait kasus tersebut. Dua diantaranya, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan tahun 2019, Andi Ade Ariadi, dan Bendahara Dinkes Bulukumba. Termasuk pula seluruh Kepala dan Bendahara Puskesmas se-Kabupaten Bulukumba.

“Tak etis sekiranya jika kita hanya menduga-duga siapa dalang dan siapa wayannya tanpa ada bukti pasti. Sekarang kan dalam proses penyelidikan, nah nanti kita lihat endingnya,” kata Ahmad Kurniawan.

Baca Juga:  Polisi Ringkus Pencuri Sepeda Motor yang Kerap Beraksi di Bulukumba

Sebelumnya, Kasat Reskrim Bulukumba, AKP Berry Juana Putra mebenarkan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat teras yang diantaranya Plt Kadinkes dan Bendahara Dinkes. Pemeriksaan terkahap sejumlah Kepala Puskemas dan Bendahara Puskemas juga diperiksa pihak penyidik kepolisian.

“Sudah ada 35 saksi yang kita periksa, termasuk Plt Kadinkes dan Bendahara serta pihak lainnya yang terkait. Ini akan terus kita dalami untuk mengumpulkan keterangan dan bukti lainnya. Keduanya akan kita periksa terus terkait hal ini,” katanya, Kamis, 28 Mei 2020.

Berry mengaku untuk sebagai penguatan penyelidikan, pihaknya telah mengirim surat resmi ke Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk melakukan proses audit agar mengetahui kemana dana BOK tersebut mengalir dan mengetahui besaran kerugian negara yang diakibatkan.

“Kita sudah menyurat ke BPK untuk melakukan audit. Sementara saat ini masih penyelidikan, kemudian naik ke penyidikan, setelahnya baru penetapan tersangka. Nanti kalau ada penetapan tersangka, akan kita rilis,” tegas mantan Kasat Narkoba Polres Pinrang ini.

Baca Juga:  Rampas HP Bermodus COD, Muliadi Berhasil Diamankan Polres Bulukumba

Dalam pemeriksaan, Berry menjelaskan bahwa pihaknya memeriksa pengurangan anggaran yang dilakukan dalam penyaluran anggaran yang terjadi di setiap Puskemas di Kabupaten Bulukumba. Dimana jumlah yang disalurkan tidak sebanding dengan jumlah pertanggungjawaban.

“Misalnya, dialokasikan anggaran sebesar Rp.950 juta tetapi yang disalurkan ke Puskesmas hanya Rp. 650 juta. Nah ini yang kita liat, kenapa tidak transparan,” jelasnya lagi.

Diketahui, dari Rp17 miliar dana BOK, Dinkes kebagian Rp2 miliar dan Rp15 miliar lainnya disalurkan ke Puskesmas. Hanya saja, penyaluran yang dilakukan diduga tidak sesuai dan hanya terdapat Rp10 miliar yang tersalurkan, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara mencapai Rp4 miliar. Hal itu juga dikuatkan masing-masing Puskesmas tidak memperlihatkan bukti-bukti penggunaan sesuai dana yang tertera. (*/af)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Berkunjung ke Bulukumba, Kapolda Sulsel Minta Porsenil Tingkatkan Kepercayaan Publik

HUKUM

Polisi Bebaskan Youtuber Ferdian Paleka

HUKUM

Kasus Bansos Covid-19 Bulukumba Tutup Buku

HUKUM

159 Narapidana Lapas Kelas IIA Bulukumba Dapat Remisi Lebaran
Suruh Cabut Gelar Kebangsawanan, Pernyataan NA Usik Keluarga Besar Andi Makassau di Jeneponto

HUKUM

Suruh Cabut Gelar Kebangsawanan, Pernyataan NA Usik Keluarga Besar Andi Makassau di Jeneponto

HUKUM

Unit Dikyasa Satlantas Polres Bulukumba Pasang Sticker dan Sosialisasi Kamseltibcar

HUKUM

Kasus BOK di Limpahkan Pengadilan, Oknum Legislator Aktif Diduga Terlibat

HUKUM

Kuasai Sabu, Dua Wanita di Bulukumba Ini Dicokok Polisi