Komparasi: TSY yang Umrahkan Guru Mengaji Sementara Andi Utta Ingin Wakafkan Gajinya

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Jelang Pilkada Bulukumba 9 Desember 2020 nanti. Guru mengaji atau pengajar di TPA menjadi salah satu prioritas perhatian untuk kesejahteraannya kedepan.

Sejauh ini terpantau, baru dua bakal calon yang bercerita seputar guru mengaji, termasuk salah satunya sang petahana wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto (TSY) yang mengaku akan terus mengabdi demi kesejahteraan guru mengaji di Bulukumba.

Hal tersebut diungkapkan, pemegang rekomendasi Pilkada PDIP, PKB, dan PBB ini saat menghadiri acara wisuda ratusan santri TPA yang dilaksanakan Dewan Pimpinan Kecamatan BKPRMI Kajang di Masjid Al-Kautsar Kelurahan Tanajaya, Selasa 11 Agustus 2020.

TSY mengatakan program untuk kesejahteraan guru mengaji telah ada sejak masa kepemimpinannya bersama Bupati A.M. Sukri Sappewali yang bekerjasama dengan BKPRMI.

Untuk itu Pemerintah Daerah kata Tomy senantiasa memastikan kerja-kerja dari rekan-rekan BKPRMI terus digalang dan diperkuat pada masa-masa mendatang. Begitu pula kepastian insentif yang diterima para pembina TPA akan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Meski demikian, Tomy berharap orang tua santri tetap memberikan bantuan atau sumbangan ke TPA sesuai kemampuan masing-masing.

Baca Juga:  235 CPNS Bulukumba Diingatkan Tidak Ikuti Politik Praktis

Pihaknya, kata Tomy mendorong skema insentif guru TPA dibiayai oleh Alokasi Dana Desa (ADD) ditambah dengan anggaran dari Pemerintah Daerah.

“Jadi misalnya setiap desa mengalokasikan ADDnya sebanyak 200 ribu per guru TPA dan kemudian ditambah 300 ribu dari pemerintah daerah,” ungkap TSY.

Selain itu, sebagai reward atau penghargaan kepada para guru TKA/TPA, Tomy menyampaikan bahwa melalui BKPRMI, para guru TPA akan dipilih 4 orang setiap tahunnya untuk diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah menunaikan ibadah umrah. Adapun kriteria dan mekanisme pemilihannya akan diatur oleh BKPRMI sendiri.

“Namun paling tidak, dengan diberangkatkannya 4 orang guru TPA menunaikan umrah setiap tahunnya, akan menjadi penyemangat bagi guru-guru TPA kita untuk mengabdi sehingga anak-anak kita juga tidak jauh dari kegiatan-kegiatan agama di Kabupaten Bulukumba,” pinta Tomy Satria.

Dia berharap pengabdian para guru TPA terus dilanjutkan oleh para orang tua setelah anaknya diwisuda. Jangan sampai kata Tomy, karena sudah dianggap khatam Alquran, sehingga anak-anaknya tidak lagi diajarkan Alquran.

“Jadi pendidikan Alquran itu tidak berhenti setelah wisuda ini. Baca Alqurannya tetap dilanjutkan di rumah. Semoga di masa mendatang, Bulukumba terbebas dari buta huruf baca tulis Alquran,” tambahnya.

Baca Juga:  Rp49 M Anggaran 2020 Tak Dibelanjakan, Dana Lainnya Tercecer di Berbagai Instansi

Di sisi lain, bakal calon Bupati penantang, Andi Muchtar Ali Yusuf alias Andi Utta mengaku siap mewakafkan gajinya untuk guru mengaji jika terpilih atau memenangkan Pilkada Bulukumba.

Dirinya ingin mewakafkan diri kepada masyarakat Bulukumba, khususnya bagi guru mengaji yang telah mengabdikan diri untuk mencerdasakan para generasi muda.

Untuk dirinya sendiri, kata dia, sudah lebih dari cukup. Ada 12 perusahaan yang ada di luar dan didalam negeri yang dimilikinya.

“Cukup untuk saya bapak ibu. Bukan hanya gaji,  termasuk anggaran kendaraan yang katanya ada, saya wakafkan untuk para guru mengaji,” jelas Andi Utta saat menggelar silaturahmi dengan warga desa Padang, Selasa (11/8/2020).

Itupun tidak cukup, yang nantinya akan ditambah anggarannya untu upah para guru mengaji dan kegiatan majelis Taklim.

“Saya pulang ke Bulukumba karena ingin membantu saudara-saudaraku dan membuat Bulukumba lebih baik,” katanya.

Bakal calon yang berpasangan dengan Andi Edy Manaf ini mengaku akan mewakafkan seluruh waktu dan tenaganya untuk Bulukumba.

EDITOR: Arnas Amdas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template