Komisi A DPRD Bulukumba Minta Sisa Anggaran OPD Dikembalikan ke Kas Daerah

BULUKUMBA, KUMANIKA.com — Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba meminta Badan Anggaran (Banggar) tidak memaksakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membelanjakan anggaran yang masih tersisa.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi A, H Safiuddin saat konsultasi antara komisi bersama Banggar terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan 2020.

Diketahui setelah konsultasi komisi, agenda pembahasan Ranperda perubahan Banggar dilanjutkan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Baca Juga:  Bupati dan Ketua DPRD Bulukumba Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS ABPDP 2021

“Yang jelas kami meminta agar anggaran besar yang tidak mampu digunakan OPD bersangkutan, tidak usah lagi belanjakan, tidak usah dipaksakan,” katanya, Rabu (30/9/2020).

Menurutnya, anggaran tersebut sebaiknya dikembalikan ke kas daerah atau dijadikan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).

“Ataukah kalau bisa digeser saja ke OPD lain yang sangat membutuhkan. Saya pikir tidak masalah, itupun kalau ada aturan yang mengatur,” imbuhnya.

Sebab kata dia, memang ada beberapa OPD yang memiliki sisa anggaran besar tapi tidak mampu dibelanjakan sehingga dikembalikan.

Baca Juga:  Komisi A Ingatkan Kades tidak Asal Berhentikan Perangkat Desa

Salah satunya di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang menyisakan anggaran sebesar Rp 2,8 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU).

“Ada program di BKPSDM itu dengan anggaran 2,8 miliar DAU tidak terealisasikan, makanya dia kembalikan. Artinya dia tidak anggarkan lagi ini,” jelas H Safiuddin.

REPORTER: Sahi Alkhudri

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Education Template