Home / POLITIK

Selasa, 31 Agustus 2021 - 13:33 WIB

Kisruh Sejumlah Musda Golkar Daerah, Potensi Menggerus Popularitas Airlangga

BULUKUMBA, KUMANIKA.com– Rentetan kekisruhan dan pertentangan sebagai ekses Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar di sejumlah daerah di Sulsel, terus terjadi. Tercatat ada empat DPD II di kabupaten di Sulawesi Selatan yang berkisruh atas kebijakan DPD I Golkar Sulsel.

Keempat kabupaten tersebut yakni, Kabupaten Sinjai, Barru, Luwu Timur, Toraja dan Bulukumba. Di Kabupaten Toraja dan Bulukumba misalnya, sejumlah kader mengancam akan hengkang dari partai yang di nahkodai Taufan Pawe sebagai ketua DPD I Golkar Sulsel.

Senior Partai Golkar Tana Toraja, Adolf CH Pakke yang dikonfirmasi mengatakan apa yang ditunjukkan DPD I Golkar bisa berimbas pada keterpilihan dan popularitas Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang kini tengah berjuang dalam usaha menuju calon Presiden 2024.

Baca Juga:  Konflik Internal Golkar Bulukumba, Nirwan: Saya Lakukan Sesuai SK DPD I

“Ini bisa membahayakan posisi popularitas Ketua Airlangga Hartarto karena sikap DPD I yang rak jelas,” katanya, kepada sejumlah media.

Sementara, Wakil Sekretaris dan Ketua Badan Saksi Nasional (BSN)Partai Golkar Bulukumba, Irwan Nasir, menilai jika sikap yang ditunjukkan Taufan Pawe sebagai Ketua DPD I tidak mencerminkan sosok pemimpin.

“Seharusnya dia mengambil sikap atas apa yang terjadi ditengah para kader. Seorang pemimpin tidak seharusnya berpihak, akan tetapi menjadi menengah agar kondisi ini bisa redah,” ungkapnya.

Kondisi yang terjadi di internal partai berlambang beringin ini akan berdampak pada popularitas Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartanto. Dimana sejumlah kader seakan diabaikan dan mengancam meninggal Golkar Bulukumba.

Baca Juga:  Polisi Masih Buru Tiga Pelaku Pengeroyokan Petugas Dishub Bulukumba

“Kondisi ini tentu akan berdampak pada popularitas pak Airlangga. Jika seperti ini, popularitas dan simpatisan Golkar secara tidak langsung dibuang dengan sengaja,” jelasnya.

Andi Mallanti salah satu mantan Pimpinan Kecamatan Kindang, mengaku telah 40 tahun menjadi pengurus Golkar Bulukumba. Namun dengan kondisi internal partai, dirinya berencana hengkang dan tidak lagi terlibat dengan Golkar.

“Saya sudah 40 tahun jadi pengurus Golkar, tapi nanti dipengurusan Taufan Pawe baru begini kondisi Golkar,” ungkap Andi Mallanti.

Penulis: Ayezzah

Share :

Baca Juga

POLITIK

Menjadi Rival Saat Pilkada 2021, Andi Utta Hadiri Muscab X DPC PPP Bulukumba